Pemkot Cirebon Minta Bantuan Sejumlah Kampus untuk Perekrutan Nakes

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 13:18 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
(Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Cirebon -

Pemkot Cirebon menggandeng perguruan tinggi untuk merekrut tenaga kesehatan (nakes). Kota Cirebon tengah membutuhkan ratusan nakes untuk membantu penanganan pasien COVID-19.

"Total ada 227 formasi dengan berbagai tenaga keahlian. Perguruan tinggi pada prinsipnya mendukung dan akan menyediakan nakes sesuai yang dibutuhkan," kata Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi kepada awak media di Balai Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (19/7/2021).

Agus mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 33 miliar dari APBD untuk membiayai penambahan nakes. Lebih lanjut, Agus menyebutkan nakes tambahan itu bisa berasal dari lulusan dokter yang sedang koas, lulusan kedokteran yang telah menyelesaikan koas, perawat dan lainnya.

"Sementara ini sudah ada kerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) untuk pendampingan ke masyarakat dari nakes, total ada 73 mahasiswa yang terjun," kata Agus.

"Kalau untuk mekanisme perekrutan nakes tambahan ini mekanismenya sedang kami bahas. Termasuk ada keinginan untuk memberikan jaminan keamanan bagi nakes," kata Agus menambahkan.

Selain kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, Pemkot Cirebon juga bekerja sama dengan TNI dalam hal distribusi obat-obatan ke masyarakat. "Ini khusus untuk masyarakat yang sedang isolasi mandiri, pasien tanpa gejala. Kalau obat datang kita akan koordinasi dengan Dinsos," kata Agus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon Edy Sugiarto mengaku fasilitas pelayanan kesehatan nyaris kolaps. Sebab, banyak nakes yang terpapar COVID-19.

"Di RSD Gunung Jati yang terpapar itu sebanyak 182 nakes, selama Juni dan Juli. Untuk puskesmas ada 38 nakes yang terpapar, ini bulan selama Juli," kata Edy kepada awak media usai rapat evaluasi PPKM darurat di GTC Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021).

Edy mengaku telah berkoordinasi dengan pihak RS Ciremai Cirebon untuk mencari formula agar pelayanan kesehatan tetap bisa berjalan. Pihaknya berupaya agar nakes mendapatkan waktu untuk meningkatkan imunitasnya.

(mud/mud)