COVID-19 Masih Ngegas, FAGI Minta Pemerintah Tunda PTM

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 19:33 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Forum Aksi Guru Indonsia (FAGI) meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) khususnya di daerah-daerah yang kasus COVID-19 atau positivity ratenya tinggi.

Ketua FAGI Iwan Hermawan mengatakan angka positivity rate didapatkan dari jumlah kasus harian dibagi dengan jumlah pemeriksaan harian dikali 100.

"Menurut KPAI mensyaratkan PTM dilaksanakan jika positivy rate sudah di bawah 5 persen. Jadi patokannya bukan pada pelaksanaan PPKM Darurat, jika PPKM Darurat sudah dicabut tapi positivity rate di daerah tersebut masih tinggi maka PTM tetap harus ditunda," kata Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (18/7/2021).

Dari data Satgas COVID-19 pusat menunjukkan, bahwa 179.216 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen terdiri dari 101.809 orang menggunakan real time swab tes PCR dan 939 menggunakan TCM.

Ada 504.915 kasus aktif COVID-19 di Indonesia lalu ada 76.468 orang yang diambil sampelnya menggunakan tes antigen. Hasilnya menunjukkan sebanyak 54.000 orang diketahui positif COVID-19. Jumlah itu didapatkan dari 47.657 hasil swab PCR, 560 dari TCM dan 5.783 dari antigen.

"Berdasarkan hasil tersebut, positivity rate kasus positif COVID-19 harian adalah 30,13 persen," ujar Iwan.

Iwan menambahkan, jika tanpa menggunakan hasil positif dari tes antigen yaitu hanya menghitung dari metode swab PCR dan TCM maka tingkat positivity rate menunjukkan angka lebih tinggi yaitu mencapai 46,93 persen.

"Dengan tingginya positivy rate ini FAGI mengkhawatirkan keselamatan anak Indonesia sebagai calon penerus generasi bangsa masa depan jika PTM tetap di paksakan," tambahnya.

Sebagai solusi, maka sekolah harus berupaya meningkatkan kualitas PJJ jika memang PTM akan dilaksanakan atau ditunda PJJ akan tetap dilaksanakan. Untuk itu yang harus dilakukan sekolah melakukan evaluasi PJJ tahun ajaran tahun kemarin untuk peningkatan PJJ .

"PJJ tidak harus selalu daring. Daringpun tidak selalu virtual (Zoom,GCR) bisa non virtual (WA, telegram ,Email, dll), bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu lakukan saja oleh sekolah luring dengan perbanyak modul SD/SMP/SMA/SMK terbuka yang sudah ada," tuturnya.

"Dinas Pendidikan provinsi, kota dan kabupaten bisa buat TV streaming tiap matpel di YouTube tiap hari tayang dengan mengundang guru jadi narasumber atau kerjasama dengan TV dan radio baik milik pemerintah atau swasta," pungkasnya.

Simak juga 'PTM Terbatas Tetap Dilaksanakan, Bagaimana Mekanismenya?':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)