Heboh Warga Bandung Diduga Kena Tipu Penjualan Tabung Oksigen

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 14:45 WIB
Viral penipuan penjualan tabung oksigen di Bandung.
Foto: Viral penipuan penjualan tabung oksigen di Bandung (Tangkapan layar).
Bandung -

Penipuan penjualan tabung oksigen medis di Kota Bandung, Jawa Barat viral di media sosial. Terduga pelaku menggunakan alamat palsu, untuk mengelabui korban.

Korban diarahkan ke alamat palsu, yakni ke alamat Jalan Karapitan Kota Bandung. Namun, tempat yang dituju bukanlah tempat penjualan tabung oksigen melainkan sebuah kafe yang ada di bangunan ruko.

Kejadian ini awalnya diinformasikan Instagram @infobandungraya, dengan memuat sebuah video percakapan antara korban dan warga yang menyebut jika alamat yang dituju bukanlah tempat penjualan tabung oksigen.

Ada juga, bukti transfer transaksi bank Rp 1,2 juta dan Rp 2,4 juta. Ada juga bukti percakapan antara korban dan terduga pelaku via pesan singkat.

"Beli tiga, buat di rumah," kata korban kepada salah satu warga yang menyebutkan alamat yang diberi oleh terduga pelaku adalah alamat palsu.

"Alamatnya di mana?" kata warga tersebut.

"Karapitan 51 A," jawab korban.

"Itu mah kafe, diomongin," tambah warga tersebut.

Sesuai bukti transferan, korban diduga ditipu oleh orang bernama Faisal Maulana. "Faisal Maulana," tambah korban.

detikcom langsung menelusuri alamat tersebut. Betul saja, bangunan bernomor 51 A yang ada di Jalan Karapitan tersebut merupakan kafe.

Kemudian detikcom mencoba masuk dan menanyakan kepada salah satu pegawai kafe tersebut, apakah di tempat tersebut menjual tabung oksigen atau tidak.

"Enggak, ini kafe, yang sebelah restoran," kata salah satu karyawan wanita di kafe itu, Minggu (18/7/2021).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh salah satu juri parkir di sebrang kafe tersebut. Sepengetahuannya tidak ada tempat penjualan tabung oksigen di tempat tersebut.

"Enggak ada. Itu bengkel bubut dari dulu, kafe sama restoran," kata Yatno kepada detikcom.

Yatno menyebut, satu bangunan ruko itu dibagi menjadi tiga dengan nomor berbeda. "Ini satu tempat nomor 51 , dari kiri Nomor 51, tengah 51 A dan sebelahnya 51 B," ucapnya.

Dia menyebut, ada orang tidak dikenal datang ke alamat tersebut menanyakan soal penjualan tabung oksigen di tempat tersebut.

"Ada dua orang, sama saya disuruh ngetok pintu (untuk memastikan), pergi lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adnan Mangopang mengaku belum menerima laporan terkait dugaan penipuan tersebut.

"Belum," kata Adnan saat dikonfirmasi wartawan.

(wip/mso)