Miris! Disabilitas di Banjar Dipalak Orang Tak Dikenal Gegara Masker Melorot

Faizal Amiruddin - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 11:42 WIB
Ujang Ahmad Ruhyat, disabilitas netra asal banjar dipalak orang tidak dikenal.
Foto: Ujang Ahmad Ruhyat, disabilitas netra asal banjar dipalak orang tidak dikenal (Faizal Amiruddin/detikcom).
Banjar -

Kejadian naas menimpa Ujang Ahmad Ruhyat (36), seorang disabilitas tunanetra warga Lingkungan Cimenyan Kelurahan/Kecamatan/Kota Banjar. Pada Rabu (14/7/2021) lalu, dia palak atau dimintai uang oleh orang tak dikenal. Pemalak itu meminta uang dengan diawali menegur Ujang karena masker yang digunakannya tidak benar.

"Waktu itu anak saya pulang mengantarkan gorengan dari koperasi guru. Ditegur oleh seseorang karena pakai masker melorot. Make masker sing bener (pakai masker yang benar) kata orang itu, terus diminta uang Rp 50 ribu. Anak saya langsung memberi," kata Uhi Nasuhi, ayah Ujang, Minggu (18/7/2021).

Selanjutnya, salah seorang tetangganya Evi merekam pengakuan Ujang yang habis dimintai uang karena maskernya melorot. Kemudian rekaman pengakuan Ujang itu diunggah ke media sosial dan ramai komentar dari netizen. Potongan video itu viral.

Kemudian terjadi disinformasi, seolah Ujang yang disabilitas ini didenda oleh petugas hanya karena maskernya melorot sehabis minum es.

"Bukan terkena razia, mungkin ada orang butuh uang minta ke anak saya. Kebetulan anak saya ada ya dikasih. Anak saya sudah mengikhlaskan. Saya juga bersyukur anak saya selamat," kata Uhi.

Uhi juga mengaku menyesalkan kesalahpahaman yang terjadi. "Mohon kepada warga sudahlah masalah ini jangan diperbesar. Ini mah musibah bagi anak saya, supaya ke depan lebih berhati-hati. Terimakasih kepada yang sudah simpati, mohon maaf kepada petugas yang mungkin terganggu dengan musibah ini," kata Uhi.

Hal serupa diungkapkan Ujang. Dia mengaku berterima kasih kepada semua yang telah bersimpati. "Terimakasih kepada yang sudah membantu, kepada bapak-bapak aparat saya juga menghaturkan terimakasih," kata Ujang.

Setelah videonya viral, banyak petugas yang melakukan klarifikasi dan memberikan bantuan kepada Ujang.

Wakil Kapolres Banjar Kompol Lalu Wira Sutriana mengaku akan menindaklanjuti kejadian ini. Termasuk menyelidiki orang yang meminta uang kepada Ujang. "Ya akan kami tindak lanjuti," kata Wira.

Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Banjar Aep Saepudin menegaskan pihaknya selama ini belum pernah menyidangkan atau menjatuhkan denda kepada yang bersangkutan.

"Selama ini kami belum pernah mengajukan sidang untuk pelanggar yang tunanetra. Selama ini sidang digelar terbuka di alun-alun dan lapang tenis Pendopo Banjar, terbuka. Kalau ada yang seperti itu pasti jadi kasus menonjol dan disorot media," kata Aep.

Aep juga menegaskan penindakan berupa denda, harus dilakukan melalui proses sidang tindak pidana ringan. Sidang pun tidak dilakukan hari yang sama.

"Jadi kalau ditemukan pelanggaran, yang diambil oleh petugas adalah KTP-nya. Besoknya baru disidangkan. Jadi tidak langsung begitu melanggar, langsung disidang Tipiring apalagi langsung didenda," kata Aep.

Aep meyakini telah terjadi disinformasi atas viralnya video tersebut. "Segera akan kami lakukan klarifikasi atas kejadian ini," kata Aep.

Simak juga 'Pemerintah Targetkan Vaksinasi 562.242 Penyandang Disabilitas':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)