Corona Masih Ngegas, Salat Idul Adha Berjamaah di Majalengka Ditiadakan

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 11:52 WIB
Bupati Majalengka Karna Sobahi prihatin dengan isu sepinya Bandara Kertajati
Foto: Bupati Majalengka Karna Sobahi (Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka -

Kabupaten Majalengka meniadakan salat Idul Adha 1442 Hijriah berjamaah menyusul masih tingginya tingkat penularan kasus COVID-19. Masyarakat diminta melakukan salat Id di rumah masing-masing.

Peniadaan saat Idul Adha berjamaah tahun ini diketahui setelah Bupati Majalengka Karna Sobahi mengeluarkan surat edaran Nomor 443.1/214/Satgas tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran dan salat Idul Adha.

"Salat Idul Adha di masjid/mushola yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan, atau tempat umum lainnya untuk sementara ditiadakan. Masyarakat melakukan salat Idul Adha di rumah masing-masing," demikian isi surat edaran tersebut seperti dilihat detikcom, Kamis (15/7/2021).

Selain meniadakan salat Idul Adha, dalam surat edaran itu masyarakat juga dilarang untuk menggelar kegiatan malam takbiran baik itu takbir keliling maupun yang dilakukan di masjid/mushola.

Keputusan untuk meniadakan salat Idul Adha dan malam takbiran itu diambil berdasarkan hasil pertimbangan Satgas COVID-19 Kabupaten Majalengka yang menganggap masih tingginya kasus COVID-19 yang meliputi beberapa kriteria.

"Masih tingginya tingkat penularan kasus COVID-19 saat ini yang meliputi empat yaitu tingkat kematian, tingkat kesembuhan, tingkat kasus aktif, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk ruang ICU dan isolasi serta positif rate," ucap Karna.

Selain peniadaan salat Idul Adha dan malam takbiran, surat edaran Bupati Majalengka itu juga mengatur tentang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang harus memenuhi sejumlah ketentuan.

"Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban hanya dihadiri oleh petugas penyembelihan serta pengurusnya dan tidak menghadirkan masyarakat. Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas ke tempat tinggal warga yang berhak dan petugas yang mendistribusikan wajib memakai masker rangkap, sarung tangan untuk meminimalisir kontak dengan penerima," tutup Bupati.

(mso/mso)