Pelajar Mulai Divaksinasi COVID-19, Bagaimana Nasib PTM di Jabar ?

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 13:25 WIB
vaksinasi siswa smp/sma di bandung
Foto: Vaksinasi siswa SMP/SMA di Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Vaksinasi COVID-19 massal untuk pelajar di Kota Bandung mulai dilakukan. Pada tahap pertama ini, 1.000 pelajar untuk tingkat SMA sederajat mulai divaksinasi di SMAN 3 & 5 Kota Bandung. Lalu bagaimana nasib Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jawa Barat?

Kepala Dinas Pendidikan Dedi Supandi mengatakan saat ini terdapat 1,8 juta siswa tingkat SMA dari 4.966 sekolah di Jawa Barat yang akan mendapatkan vaksinasi.

"Hari ini di SMA 5 sedang dilaksanakan vaksinasi, 1.000 siswa Insya Allah hari ini beres, semuanya dari pagi sampai sore," tutur Dedi di SMAN 5 Bandung, Rabu (14/7/2021).

Dedi mengatakan untuk pelaksanaan vaksinasi tahap dua nanti akan dilakukan di setiap satuan pendidikan oleh puskesmas di kabupaten/kota masing-masing. "Nanti vaksinnya di-drop ke kabupaten/kota, cuma kami dari Disdik menyatakan siap apabila lokasi sekolah atau fasilitas sekolah digunakan untuk tempat vaksinasi," tutur Dedi.

Lalu bagaimana dengan pembelajaran tatap muka (PTM) bila siswa telah divaksinasi?

Terkait hal tersebut Dedi mengatakan saat ini sekolah tetap diwajibkan menyediakan sarana pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pasalnya, kalau pun sekolah diizinkan melaksanakan PTM, kapasitas siswa di sekolah akan tetap dibatasi dan belajar dengan metode blended learning.

"Kebijakan kedua, apabila ada kebijakan pemerintah daerah atau pusat apakah PPKM Darurat atau PPKM skala Mikro, maka akan kita tentukan aktivitas kegiatan pola pembelajaran sesuai dengan tanggal penerapan kebijakan tersebut," katanya.

Yasfa (16), salah seorang siswa yang mendapatkan vaksin tahap pertama berharap bisa kembali melaksanakan PTM.

Siswa kelas XII SMA 1 Bandung itu mengatakan PJJ kurang memadai untuk belajar karena terbatasnya interaksi antara guru dan murid.

"Kalau sekolah tatap muka pas kita bingung bisa langsung nanya ke guru. Kalau online ini agak susah. Responnya juga lama kan," ujarnya.

(yum/mso)