Jabar Hari Ini: Risma Murka di Bandung-Provokator Demo di Tasik Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 19:55 WIB
TAG : birojabar

Mensos Tri Rismaharini mendapati dapur umum di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, kekurangan kompor gas. Risma pun bergegas naik mobil untuk mencari kompor tambahan
Mensos Risma saat mengunjungi dapur umum di Bandung (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Beragam berita menyita perhatian pembaca Jabar hari ini. Mulai dari Mensos Risma mencak-mencak ASN di Bandung hingga masuk Cirebon wajib tunjukan sertifikat vaksin dan PCR negatif.

Aksi Marah-marah Risma di Bandung, Ancam ASN Dimutasi ke Papua

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi dapur umum di Balai Wyata Guna, Kota Bandung. Aksi Risma mendapat sorotan lantaran terjun cari kompor gas hingga ancam mutasi PNS ke Papua.

Pantauan detikcom, Selasa (13/7/2021), setibanya Risma di dapur umum, ia langsung mengevaluasi kekurangan yang ada di dapur umum itu.

Risma juga meminta agar seluruh peralatan milik Tagana dikeluarkan karena akan segera digunakan. Seperti diketahui, dapur umum Balai Wyata Guna digunakan untuk memasak telur untuk dibagikan kepada masyarakat.

Saat para petugas sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Risma menanyakan penambahan kompor gas yang akan digunakan untuk memasak makanan berat. Selain telur, dapur umum ini juga akan membuat nasi boks untuk dibagikan kepada petugas di Bandung Raya yang melaksanakan tugas di masa PPKM Darurat.

"Kompor mana kompor (kompor tambahan)," kata Risma.

"Kalau enggak ada biar saya yang cari," teriak Risma dengan nada tinggi.

Karena tidak ada yang menyaut, Risma langsung bergegas naik ke mobilnya untuk mencari kompor tambahan.

Mobil Fortuner Hitam yang ditumpangi oleh Risma langsung bergegas ke kawasan Jalan Bima untuk membeli kompor. Rombongan sempat tertahan oleh penyekatan jalan, sopir dan petugas kepolisian langsung membuka sekat jalan.

Tepat di salah satu bangunan atau pabrik Risma turun dari mobil. Namun, hasilnya nihil, di tempat tersebut hanya menyediakan berbagai macam wajan.

Risma pun naik lagi ke ke mobil untuk mencari kompor di tempat lainnya. Mobil sempat melintasi Pasar Bima, namun tidak ada toko peralatan dapur yang buka karena di masa PPKM Darurat ini toko non esensial tidak buka.

Mobil yang ditumpangi Risma tancap gas ke kawasan Pasar Baru Bandung. Di lokasi tersebut juga Risma tidak menemukan barang yang dicari karena pertokoan di kawasan tersebut tutup.

Karena hasilnya nihil, Risma pun kembali ke Gedung Wyata Guna untuk memberikan arahan kepada jajarannya dan segera melengkapi peralatan dapur karena akan segera digunakan.

"Insyaallah, jika kita berbuat baik kita akan mendapatkan pahala yang banyak," terang Risma kepada bawahannya.

"Saya setiap hari tidur hanya dua jam, itu saya lakukan demi masyarakat, demi para petugas yang bertugas di jalanan," ujar Risma.

Risma juga mendadak mengumpulkan ASN yang bertugas di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat. Dia kemudian memarahi para ASN tersebut karena tidak bekerja dengan baik.

Belasan ASN tersebut dibariskan oleh Risma di halaman kantor Balai Wyata Guna. Risma mengaku kecewa, saat para petugas Tagana berjibaku di dapur umum, para ASN tersebut malah bekerja di dalam kantor.

"Kalau aku bikin di sini (dapur umum), artinya Kementerian Sosial," kata Risma sambil mengangkat telunjuk kepada para ASN.

"Bukan Linjamsos (saja), sehingga tidak ada yang nongol. Ini Kementerian Sosial, kok masih dikotak-kotak kayak gitu," tambah Risma.

Risma meminta para ASN di Balai Wyata Guna membantu teman-teman Tagana di dapur umum agar pekerjaan cepat selesai. Sehingga, kata dia, pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik.

"Tolonglah, rakyat susah saat ini. Teman-teman itu masih beruntung, setiap bulan ada gaji. Coba yang jualan di luar, gimana mau ngasih makan mereka kalau masak gitu aja modelnya. Masak telur saja kayak gitu modelnya. Tolong belajar, teman-teman ini bekerja di Kementerian Sosial, paham?" ucap Risma.

Bahkan Risma juga tidak akan segan, jika ada ASN yang tidak becus dalam menjalankan pekerjaannya, akan dipindahkan ke Papua.

"Saya nggak bisa pecat orang, tapi saya bisa pindahin ke Papua," kata Risma.

Risma juga menekankan agar Kepala Balai Wyata Guna mengawasi anak buahnya bekerja dengan baik demi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Gimana mungkin aku percaya, Pak. Bapak masak telur saja seperti itu, itu bisa jam 12 malam mateng. Ditambah nasi kotak, siap-siap, siap, tapi kerjanya model gitu," ucapnya.

"Dengar, saya nggak main-main, nggak ada yang susah buat saya pindahkan ke Papua," katanya.