Sidak di Cianjur, Kabareskrim: Obat Harus Terjangkau Masyarakat

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 18:14 WIB
Puluhan dus obat digaris polisi akibat terlalu lama disimpan karena distribusi yang tersendat
Puluhan dus obat di garis polisi akibat terlalu lama disimpan karena distribusi yang tersendat (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik obat di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Jumat (9/7/2021).

Puluhan dus berisi obat-obatan untuk pasien COVID-19 pun di garis polisi. Diduga hal itu dikarenakan obat tersebut lama tersimpan di gudang dan tak kunjung di distribusikan di tengah pandemi ini.

Komjen Agus menjelaskan pihaknya menggelar sidak ke pabrik obat untuk memastikan peredaran obat-obatan, terutama empat jenis obat yang jadi fokus dan dibutuhkan masyarakat saat ini.

"Sidak juga dilakukan untuk memastikan obat dapat terjangkau oleh masyarakat," ujar dia usai melakukan Sidak ke PT Pyridam Farma, Jalan Hancet, Jumat (9/7).

Menurutnya dari hasil sidak tersebut, pihaknya tidak sebatas memastikan ketersediaan stok dan pendistribusian, tetapi juga menyarankan Kementerian kesehatan, untuk segera mengeluarkan surat edaran yang berkaitan dengan kebijakan untuk memangkas jalan distribusi obat.

"Kita ambil jalan pintas, Kemenskes untuk mengeluarkan surat edaran, bahwa boleh dicoret, namun nantinya di dalam invoice harganya harus sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Senada, Kapolres Cianjur AKBP Mochamd Rifai, menjelaskan jika sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan pendistribusian ke apotek.

"Jangan sampai obat-obatan menjadi sulit karena ada keterlambatan pendistribusian atau kekurangan stok, makanya dicek," kata dia.

Terkait adanya puluhan dus obat jenis Azithromycin yang dipasangi garis polisi, ungkap Rifai, bukan merupakan barang sitaan untuk tindak pidana ataupun penimbunan melainkan menjadi prioritas untuk diedarkan.

Menurutnya obat tersebut seharusnya sudah didistribusikan, tetapi lantaran adanya perubahan HET dan izin edar sehingga obat tersebut tertahan

"Pemasangan garis polisi tersebut, tidak dalam proses penindakan atau pidana. Namun agar proses pendistribusian obat - obat itu untuk disegerakan. Seperti yang disampaikan Kabareskrim, akan diusahakan supaya bisa cepat diproses dan didistribusikan sehingga ketersediaan obat aman," jelasnya.

Tonton video 'Polda Metro Tangkap Pemain 'Obat Covid-19'':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)