Heboh Wanita Bandung Meninggal di Taksi Online, Sakit Apa?

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 17:37 WIB
Sopir taksi online membagikan cerita penumpangnya meninggal karena ditolak sejumlah rumah sakit di Bandung
Seorang wanita meninggal dalam taksi online di Kota Bandung. (Foto: tangkapan layar video)
Bandung -

Kokom Komariyah (57), warga Cinambo, Kota Bandung, meninggal di dalam taksi online yang tersekat PPKM Darurat saat mencari rumah sakit kosong. Sopir taksi online membagikan video kisah pilu tersebut. Video momen kejadian tersebut membetot perhatian publik.

Agus (58), suami Kokom, mengungkapkan istrinya mengalami sakit lambung sejak 10 hari sebelum meninggal pada Kamis (8/7). Lantaran sakitnya itu, ibu beranak tiga itu pun berhenti berjualan nasi kuning di depan rumah kontrakannya, Kelurahan Pakemitan.

"Sakitnya hampir bersamaan, saya sakit tujuh hari dari Minggu ke Minggu, tetapi ibu dari Minggu ke Kamis pekan depannya. Diberi obat ini juga dari puskesmas, ada madu dan vitamin. Tapi kemarin (Kamis) katanya sudah enggak kuat," kata Agus saat ditemui di kediamannya, Jumat (9/7/2021).

Agus memastikan bahwa istrinya meninggal bukan karena COVID-19. Hal itu dipastikan setelah diperiksa di Puskesmas Cijambe untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang besar.

"Sakitnya karena lambung dan memang ada sesak nafas dari dulu. Bukan karena Corona," katanya.

Sekadar diketahui, Kokom yang sudah dalam kondisi kritis hendak dibawa ke rumah sakit di Kota Bandung menggunakan jasa taksi online. Sayangnya, dua rumah sakit yang didatangi keluarga ini tak bisa menerima pasien lagi dengan alasan ruang rawat yang penuh.

Agus pun menerima kabar dari saudaranya ada tempat tidur yang tersedia di RS Santosa Bandung di Kebonjati. Namun, nyawa Kokom tak terselamatkan karena taksi online yang ditumpanginya tersekat PPKM Darurat di Jalan Asia Afrika. Selama PPKM Darurat, sejumlah ruas jalan di Kota Bandung ditutup guna mencegah mobilisasi masyarakat di tengah pandemi Corona.

"Saya harap pemerintah bisa memperhatikan dan kejadian ini merupakan yang terakhir kalinya. Karena kasihan juga mungkin banyak warga yang sakit dan ingin berobat tidak diangkut oleh ambulans," ujar Agus menegaskan.

(yum/bbn)