Langgar Prokes, WN Korea Bos Garmen di Sukabumi Didenda Rp 5 Juta

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 12:24 WIB
Sidang yustisi pelanggaran prokes di Sukabumi
Foto: Sidang yustisi pelanggaran prokes di Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Park Jun, Warga Negara Asing (WNA) asal Korea terbukti melanggar protokol kesehatan di masa PPKM Darurat. Bos Garmen PT Yongjin Javasuka, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi itu didenda sebesar Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan pada sidang yustisi yang digelar hari ini.

Kegiatan sidang yustisi itu digelar di salah satu aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Siliwangi, Palabuhanratu, Jumat (9/7/2021). Hadir sebagai hakim tunggal dalam sidang yustisi dari Pengadilan Negeri Cibadak Rays Hidayat SH dan Marca Antoko selaku panitera pengganti.

Terlihat juga dari penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Cibadak Dista Anggara dan Jaksa Fungsional Tindak Pidana Umum Ferdy. Dari PPNS Satpol PP satu orang di lokasi.

"Bapak tahu apa yang disangkakan ke bapak? Pelanggaran apa gitu pak?" kata Hakim Ketua pada sidang yustisi Rays Hidayat.

Park Jun yang didampingi penterjemah terlihat seperti kebingungan. Ia sendiri didampingi Irwan pendamping sekaligus penterjemah dari PT Yongjin.

"Prokes," bisik Iwan ke Park Jun.

"Pelanggarannya tahu, apa yang bapak lakukan?" ulang Rays.

"Menurut catatan kami, ini tidak menyediakan sarana mencuci tangan sabun dan air mengalir atau handsanitizer, kemudian tidak menetapkan jarak fisik minimal 1 meter ketika berada di tempat kegiatan usaha atau menyebabkan kegiatan di dalam ruangan yang berpotensi kerumunan di ruangan arrtinya masih kemungkinan orang berkumpul dalam ruangan masih berpotensi terjadi dan itu adalah tiga hal yang disangkakakn ke bapak gitu. Gimana pak mengenai tuduhan itu," ucap Rays.

Park Jun kemudian menjawab bahwa pihaknya kemarin dan hari ini sudah menyiapkan keperluan untuk prokes tersebut. "Hari ini disiapkan, kemarin juga sudah disiapin," kata Park.

Hakim mengapresiasi jawaban Park Jun. Ia juga mengingatkan di masa PPKM darurat dan pandemi COVID-19 pelaku usaha wajib mematuhi prokes.

"Artinya semua pelaku usaha semua pemilik kegiatan memanf sudah harus disiapkan alat-alat seperti itu dan kita wajib bersama-sama menjaga itu ya. Dan bapak mengakui, dalam perlimpahan berkas perkara ini dan kepada bapak Park Jun di jatuhi pidana denda 5 juta subsider 1 bulan kurungan," tegas Rays seraya mengetukan palu ke meja sidang.

Ketika dikonfirmasi Park Jun menolak untuk diwawancarai. "Maaf-maaf," ucapnya dengan singkat.

Begitu juga dengan pendampingnya Irwan enggan memberikan tanggapan atas vonis di sidang yustisi. "Kemarin kita 20 berita jelek semua, apa adanya aja lah," ucapnya.

Pantauan detikcom, hingga saat ini proses sidang yustisi masih berjalan. Petugas juga melakukan patroli dan menindak langsung para pelaku. Dilihat dari data kehadiran, terdapat 11 pelaku usaha pabrik, minimarket hingga warung makan yang menghadiri sidang yustisi.

(sya/mso)