Merangkai Informasi Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas di Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 13:23 WIB
Penyandang disabilitas di Bandung menjalani vaksinasi Corona
Penyandang disabilitas di Bandung menjalani vaksinasi Corona (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Perlu waktu satu bulan bagi Iis Sari (41) untuk meyakinkan anaknya Achmad Fauzi Suryana (21) agar mau divaksinasi COVID-19. Fauzi merupakan anak sulung dari Iis yang memiliki kondisi khusus, tuna rungu.

Iis mengatakan, Fauzi awalnya enggan untuk divaksinasi karena merasa ragu-ragu dengan vaksin yang akan disuntikkan. Sejauh ini, Fauzi banyak mendapatkan informasi yang berkaitan dengan efek samping dari vaksin COVID-19.

"Sering lihat di tv, melihat kabar soal vaksin yang kadaluwarsa atau yang sakit karena vaksin. Memang selama ini ia mendapatkan informasi dari apa yang dilihat, dan harus kita jelaskan lagi agar informasinya utuh. Informasi yang tidak utuh yang membuat anak saya enggan," kata Iis saat ditemui di Balai Wyata Guna, Kamis (8/7).

Iis pun kemudian menceritakan kepada anaknya bahwa vaksin COVID-19 aman. Salah satu buktinya adalah nenek dan buyut dari Fauzi yang sehat setelah divaksinasi. "Itu nenek sama buyut saja enggak apa-apa tuh setelah divaksin. Dia tetap bersikeras enggak mau," katanya.

Sebulan dari kejadian itu, Iis mendapatkan informasi mengenai vaksinasi massal bagi disabikitas yang akan digelar di Wyata Guna Bandung, Kamis (8/7). Fauzi pun kemudian menanyakan kepada Iis mengenai teman-temannya yang mulai mendaftar untuk divaksinasi.

"Hayu kalau mau, mamah juga mau daftar teman kamu (Fauzi) juga ikut daftar. Memang selama semalam itu di menanyakan asli atau palsu vaksin yang diberikan, tapi alhamdulillah sekarang sudah divaksin dan anak senang," kata Iis.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, sentra vaksinasi COVID-19 khusus bagi disabilitas di Balai Wyata Guna Bandung ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

Pantauan detikcom, para disabilitas mengantre dengan tertib sambil menunggu giliran dipanggil petugas. Khusus untuk tuna rungu, disabilitas mendapatkan panduan dari seorang penerjemah bahasa isyarat.

Dalam kick-off sentra vaksinasi disabilitas yang dihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil itu, Dodo menyebut ada sekitar 150 disabilitas dan pendampingnya yang akan mendapatkan vaksinasi.

"Permasalahannya mereka mungkin kurang mendapatkan sosialisasi tapi juga kurang mendapatkan keyakinan dan perlu didampingi nah makanya kita sekarang ada kick off oleh pak gubernur memberikan pesan bahwa rekan-rekan disabilitas juga akan dilayani," kata Dodo.

Saat ini, kata Dodo, Dinsos dan Dinas Kesehatan Jabar tengah membuat formula untuk melaksanakan vaksinasi 'jemput bola' kepada para penyandang disabilitas. Khusus untuk sentra vaksinasi. Penjemputan disabilitas ini pun bisa bekerja sama dengan penyedia transportasi online.

"Pak gubernur mencanangkan Jabar ramah disabilitas. Kita bersama-sama, secara sasaran dari dinsos, pelaksana dari dinkes tp juga yang luar biasa ada kerjasama antar jemput dari Grab dan juga Jabar Bergerak untuk sosialisasinya dan tempatnya di Balai Wyata Guna yang telah menjadi ikon bagi kaum disabilitas.

Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana mengharapkan sentra vaksinasi ini bisa mempercepat raihan vaksinasi di Bandung. Khusus untuk disabilitas, ujar Yana, Pemkot Bandung menargetkan bisa memvaksinasi 1.300 disabilitas tahun ini. "Mudah-mudahan upaya ini untuk mempercepat terbentuknya herd immunity," tutur Yana.

(yum/mud)