Wagub Jabar Harap PPKM Darurat Manjur Tekan Corona Seperti PSBB 2020

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 03 Jul 2021 14:50 WIB
PPKM di Kota Bandung
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bisa menekan penyebaran COVID-19, layaknya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu.

"Harapan kami PPKM Darurat ini bisa seperti saat PPKM, PSBB atau lockdown, seperti yang awal kita lakukan. Dari hasil pemantauan di saat lockdown, hasil PPKM, PSBB ini hampir dua bulan ke tiga bulan, pergerakan hampir nihil setelah PSBB waktu itu namanya," ujar Uu di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Sabtu (3/7/2021).

Gambaran hasil evaluasi PSBB tahun lalu, ketika itu Pemprov Jabar menyebut berhasil menekan angka penyebaran COVID-19 dan angka kematian. Dari tambahan 40 kasus per hari saat itu, ditekan menjadi 21-24 kasus per hari, dan menekan angka kematian dari tujuh kasus per hari menjadi empat kasus per harinya.

Uu mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukannya bersama Pangdam III Siliwangi, Kapolda dan Kajati Jabar di wilayah Bandung Raya pada hari pertama PPKM Darurat, situasi jalanan terbilang lengang.

"Beberapa titik yang kami datangi dan juga termasuk melihat situasi dan kondisi di Jalan Raya, dan di tol, pintu tol yang masuk ke Kota Bandung dan Kabupaten Bandung," ujarnya.

"Saya mengucapkan syukur alhamdulillah melihat dengan kasat mata, pergerakan masyarakat yang datang ke Jabar bisa dilihat, dikatakan sepi yang biasa lihat di Pasteur biasanya akhir pekan, di Pasirkoja banyak, hari ini lengang. Ini menunjukkan kesadaran dan ketaatan masyarakat di Bandung Raya," tutur Uu melanjutkan.

Pemprov Jabar sendiri telah memiliki payung hukum berbentuk Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021, yang mengatur tentang penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

"Hari ini Perda tersebut bisa dilakukan, hari ini PPKM mulai diberlakukan di hari pertama. kami lihat supermarket atau pun mal, para pengusaha juga ada ketaatan semua tutup kecuali yang diperbolehkan, pertama toko obat yang 24 jam, kemudian supermarket kebutuhan pokok, tempat makanan tidak ditutup tapi ada pengecualian, bisa dibuka tapi tidak dimakan di situ, dibawa (takeaway)," kata Uu.

(yum/bbn)