Masuk Musim Pancaroba, Cimahi Diterjang Hujan Es dan Angin Kencang

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 17:22 WIB
Hujan es dan angin kencang terjang wilayah Kota Cimahi
Hujan es di Cimahi (Foto: tangkapan layar video)
Cimahi -

Fenomena hujan deras disertai butiran es dan angin kencang melanda Kota Cimahi pada Kamis (1/7/2021) sekitar pukul 14.45 WIB. Hujan deras itu mengguyur selama hampir 20 menit.

Butiran es saat hujan deras terjadi terlihat sangat jelas. Bentuk es yang bulat seukuran kelereng berserakan di jalan dan lantai bangunan lantaran tertiup angin yang juga berembus sangat kencang

Ririn Febriani (36), warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi sempat mengabadikan momen tersebut.

"Awalnya itu hujan deras, lalu kemudian ada butiran es. Di lantai teras rumah juga berserakan dan masih bisa saya pegang," ungkap Ririn saat dihubungi detikcom.

Hingga saat ini hujan masih mengguyur namun sudah tak sederas beberapa jam sebelumnya. "Hujannya masih sampai saat ini, tapi sudah engga ada esnya. Deras hujannya, rumah saya juga hampir kebanjiran," ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Teguh Rahayu mengatakan jika fenomena hujan es yang terjadi di wilayah Cimahi sebagai fenomena yang normal terjadi saat pancaroba.

"Fenomena seperti ini biasa terjadi pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sebab selain masih memiliki tingkat kelembaban yang tinggi, wilayah Bandung Raya juga memiliki kondisi atmosfer yang tidak stabil," kata Teguh Rahayu.

Berdasarkan analisa fenomena tersebut lantaran adanya pertumbuhan awan Cb dengan sifat super cell yang terpantau melalui satelit dan radar mulai pukul 14.04 AIB hingga 14.48 AIB.

"Awan Cb supercell tersebut terus tumbuh hingga mencapai suhu puncak awan antara -69 hingga -75 derajat Celcius (> 8 km vertikal). Oleh karena ketinggian awan Cb sudah melewati freezing level (5 km), dan ditambah dengan tingkat kelembapan yang tinggi (faktor lokal)," tuturnya.

Selain itu, terpantau juga kekuatan updraft tinggi yang disebabkan labilitas atmosfer lokal sekitar Bandung (K index 37, lifting index -3). Maka butir air yang terkondensasi di bagian vault di atas freezing level menjadi butiran es yg cukup besar

"Sehingga karena gaya gravitasi dan berat butiran itu sendiri, akan jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk hujan lebat dan hail (butiran es), juga disertai angin kencang dan kilat/petir," terangnya.

(mud/mud)