Jabar Hari Ini: Marc Klok Gabung Persib-Balita Terpapar COVID Varian Delta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 20:08 WIB
Marc Klok
Foto: Marc Klok (Dok. Persija).
Bandung -

Eksekusi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tinggal di depan mata. Pemprov Jabar tengah menyiapkan skema agar lockdown di tingkat RT bisa dilakukan secara proporsional, pasalnya biaya untuk menopang isolasi satu RT memakan biaya Rp 3,5 juta per hari.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut COVID-19 varian Delta telah ditemukan di sembilan kabupaten/kota di Jabar. Bahkan di Kabupaten Bandung Barat, varian Delta telah menjangkiti dua anak balita.

Dari kancah persepakbolaan, Persib Bandung mengikat eks Persija Jakarta Marc Klok. Bagaimana proses negosiasinya?

Berikut kami sajikan ulasan sejumlah berita yang menarik dalam Jabar Hari Ini:

Pemprov Jabar Butuh Rp 900 Miliar Bila Seluruh RT Lockdown

Pemprov Jawa Barat (Jabar) membutuhkan dana Rp 900 miliar andai seluruh RT di Jawa Barat melakukan lockdown untuk melakukan pencegahan virus Corona. Hal itu dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan jumpa pers virtual, Rabu (30/6/2021).

Asumsi anggaran ini mengemuka menjelang penerapan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat untuk Jawa - Bali. Kang Emil pun menyebut, RT/RW bisa di-lockdown bila mengalami situasi COVID-19 yang berat atau terindikasi ada potensi penularan yang tinggi.

"Jadi kita sudah menghitung, kalau mau me-lockdown jumlah KK yang rata-rata di Jabar, per RT butuh dana sekitar Rp 3,5 juta per hari. Kalau seluruh Jabar lockdown, butuh Rp 900 miliar, makanya kita basisnya secara proporsional berbasis RT zona merah, itu betul-betul rekomendasi dari Ketua RT," ujar Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil.

Biaya Rp 3,5 juta rupiah itu diasumsikan jika satu RT memiliki 100 kepala keluarga (KK), dengan jumlah penduduk miskin 30% dan menggerakan relawan tracing sebanyak lima orang setiap harinya.

"Angka itu sedang kami rumuskan berapa persen yang menjadi tanggung jawab dari kota/kabupaten, dari kas kelurahan. Intinya biaya berjenjang dan kita konsultasikan apakah pemerintah pusat juga bertanggung jawab dalam pembiayaan jika ada PPK Mikro," tuturnya.

"Yang kita ketahui ketahanan anggaran itu satu RT kurang lebih 3 jutaan, kalau ada 730 RT (yang lockdown) di Jabar, kurang lebih Rp 2,49 miliar per hari. Sedang kita hitung , sedang kita pilah apakah 100 persen dari pusat atau daerah, karena berjenjang," kata Kang Emil.

Teknis PPKM Darurat di jabar sendiri saat ini belum diumumkan di Jabar. Pasalnya, Pemprov saat ini tengah menununggu petunjuk teknis dari pusat dan akan menyampaikan sosialisasi terkait hal itu kepada 11 pemerintah daerah yang masuk ke dalam zona merah.

"PPKM Darurat, itu akan diumumkan besokdetailnya berita hari ini bahwa itu keputusan nasionalnya bagaimana mendapati yang menikah, mal, toko dan sebagainya. saya belum bisa sampaikan. Kami baru akan mendapatkan petunjuk protokolnya sore ini sampai malam," katanya.