Lolos Hukuman Mati, Terpidana Sabu 402 Kg Divonis 15 Tahun-Seumur Hidup

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 15:59 WIB
WN Iran terpidana bola sabu di Sukabumi lolos dari hukuman mati
Foto:WN Iran terpidana bola sabu lolos hukuman mati (tangkapan layar video).
Sukabumi -

Dari 13 terpidana narkotika sabu seberat 402 kilogram jaringan internasional yang sudah divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu 7 April lalu, 10 di antaranya berhasil lolos dari 'maut'.

Dilihat detikcom dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Cibadak, banding seluruh terpidana mati itu diputuskan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung pada Selasa 22 Juni 2021. Para terpidana mendapat vonis baru masing-masing seumur hidup, 20 tahun, 18 tahun dan 15 tahun.

Sebelumnya diketahui, Dedi Setiadi mewakili kantor hukum Bahari selaku kuasa hukum 6 terpidana kepada media, kliennya masing-masing Ilan, Basuki Kosasih dan Sukendar alias Batak, lalu Nandar Hidayat, Risris Risnandar dan Yunan Citivaga itu mengaku memperoleh informasi tersebut dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Cibadak.

"Proses sekitar 3 bulan, putusan belum kami terima tapi kami sudah melihat dari SIPP PN Cibadak soal informasi banding kami diterima PT Bandung. Itu sudah benar apa yang diputuskan oleh majelis hakim PT Bandung itu," kata Dedi, Sabtu (26/6).

Berikut hukuman baru para terpidana usai mendapat putusan dari PT Bandung:

Basuki Kosasih alias Ebes mendapat hukuman 15 tahun penjara, Ilan mendapat hukuman 15 tahun penjara, Sukendar alias Batak mendapat hukuman 15 tahun penjara, Nandar Hidayat alias Ipey mendapat hukuman 18 tahun penjara

"Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa I nama BASUKI KOSASIH alias EBES bin KAMSO, Terdakwa II nama ILAN bin ARIFIN, Terdakwa III nama SUKENDAR alias BATAK Bin DADI masing-masing selama 15 (lima belas) tahun; 3. Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa IV nama NANDAR HIDAYAT alias IPEY bin DADANG selama 18 (delapan belas) tahun," kutip detikcom dari halaman website SIPP PN Cibadak, Minggu (27/6/2021).

"Menjatuhkan pidana denda kepada Terdakwa I nama BASUKI KOSASIH alias EBES bin KAMSO, Terdakwa II nama ILAN bin ARIFIN, Terdakwa III nama SUKENDAR alias BATAK Bin DADI dan Terdakwa IV nama NANDAR HIDAYAT alias IPEY bin DADANG masing-masing sejumlah Rp1.000.000.000,00 (satu milyar) dengan ketentuan apabila jumlah denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara masing-masing selama 1 (satu) bulan," tulis halaman tersebut.

Perkara mereka diputus majelis hakim banding dengan ketua Daliun Sailan, Ewit Soetriadi, Joko Siswanto dan panitera pengganti banding Nurdiana.

Kemudian terpidana Risris Rismanto alias Santri dan Yunan Ferdiantono Citivaga masing-masing mendapat vonis 18 tahun penjara. Selain pidana penjara mereka juga mendapat pidana denda sebesar Rp 2 miliar.

"Menjatuhkan pidana denda kepada Terdakwa I RIRIS RISMANTO Alias SANTRI Bin UCANG SURYANA dan Terdakwa II YUNAN FEBDIANTONO CITAVAGA Bin SANTO masing-masing sejumlah Rp.2.000.000.000,00 (dua milyar) dengan ketentuan apabila jumlah denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara masing-masing selama 2 (dua) bulan," tulis halaman tersebut.

Perkara mereka diputus majelis hakim banding dengan ketua Daliun Sailan, hakim anggota Ewit Soetriadi, hakim anggota Joko Siswanto dan panitera pengganti banding Saleha.

Untuk warga Indonesia yang juga berhasil lolos dari hukuman mati adalah Amu Sukawi. Ia mendapat vonis pidana seumur hidup. Lalu Yondi Caesarianto mendapatkan vonis 20 tahun dan Iqbal Solehudin 15 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa I AMU SUKAWI alias BK bin ANHARI, tersebut diatas oleh karena itu dengan pidana " SEUMUR HIDUP. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa II YONDI CAESARIANTO CITAVAGA bin SANTO dengan pidana penjara selama 20 (dua puluh). Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa III MOH. IQBAL SOLEHUDIN bin ASWIN dengan pidana penjara selama 15 (lima belas) tahun," tulis SIPP PN Cibadak.

Perkara ketiganya diputus majelis hakim banding dengan ketua Daliun Sailan, hakim anggota Ewit Soetriadi, hakim anggota Joko Siswanto dan panitera pengganti banding Asep Gunawan.

Lolos dari jeratan hukuman mati juga dinikmati Atefeh Nohtani. Perempuan berkebangsaan Iran itu juga lolos dari hukuman mati dan mendapat vonis banding 20 tahun penjara.

"Menyatakan Terdakwa Atefeh Nohtani Binti Abdolaziz tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "tanpa hak dan melawan hukum melakukan permufakatan jahat menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram" dan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dakwaan kesatu primair dan kedua primair Penuntut Umum," kutip detikcom.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda sebesar Rp 10.000.000.000,-00 (sepuluh miliyar rupiah), dengan ketentuan apabila jumlah denda tersebut tidak dapat dibayarkan, maka diganti dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan," sambung tulisan tersebut.

Lalu di tanggal keluarnya amar putusan banding yang sama dengan Atefeh, terpidana Hossein Salari Rashid, PT Bandung memutuskan untuk menguatkan putusan PN Cibadak yang artinya pria tersebut tetap mendapat hukuman mati.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Cibadak Nomor 297 / Pid.Sus / 2020 / PN Cbd, tanggal 6 April 2021 yang dimintakan banding tersebut. Membebankan biaya perkara dalam kedua tingkat Pengadilan kepada negara," kutip detikcom dari SIPP PN Cibadak.

Putusan banding itu diketuai Joko Siswanto dengan hakim anggota 1 Dailun Sailan, hakim anggota 2 Ewit Soetriadi dan panitera pengganti banding Dede Sobari.

Senasib dengan Hossein Salari Rashid, Mahmoud Salari Rashid juga mendapat amar putusan serupa. Majelis hakim banding menguatkan putusan Pengadilan Negeri Cibadak tanggal 6 April 2021 Nomor 298/Pid.Sus/2020/PN. Cbd, yang dimintakan banding tersebut.

Untuk Mahmoud, putusan banding itu diketuai Joko Siswanto dengan hakim anggota 1 Dailun Sailan, hakim anggota 2 Ewit Soetriadi dan panitera pengganti banding Kairul Fasja.

Serupa, soal putusan banding yang dikuatkan oleh PT Bandung juga diterima Samiullah.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Cibadak, Nomor 296/Pid.Sus/ 2020/PN.Cbd, tanggal 06 April 2021, yang dimintakan banding tersebut; Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan; Membebankan biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan kepada negara," kutip detikcom.

Putusan banding itu diketuai Ewit Soetriadi dengan hakim anggota 1 Joko Siswanto, hakim anggota 2 Dailun Sailan dan panitera pengganti banding Soetjipto.

Simak juga 'Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa 'Bola Sabu' Atefeh Nohtani Histeris':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)