Polisi Telusuri Kasus Perawat Dipukuli Keluarga Pasien di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 17:56 WIB
Viral video keluarga pasien aniaya perawat di Garut
Ilustrasi (Foto: tangkapan layar video)
Garut -

Seorang tenaga kesehatan menjadi korban kekerasan yang dilakukan keluarga pasien di Garut. Polisi turun tangan menyelidiki kejadian tersebut.

Insiden pemukulan yang dilakukan keluarga pasien terhadap perawat itu terjadi Rabu (23/6) malam sekira pukul 20.06 WIB di Puskesmas Pameungpeuk, Garut.

"Betul kejadiannya di wilayah kami. Sedang kami dalami," ucap Kapolsek Pameungpeuk Iptu Didin Mauludin saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021).

Didin mengatakan, saat ini pihaknya sedang memeriksa sejumlah saksi. Identitas pelaku sudah dikantongi dan korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihaknya.

"Sedang kami periksa saksi-saksi," katanya.

Insiden pemukulan terhadap perawat itu menjadi perbincangan setelah videonya tersebar via aplikasi perpesanan WhatsApp.

Seperti dilihat detikcom Kamis sore, dalam video itu terlihat tenaga kesehatan yang menggunakan hazmat dipukul dua kali di bagian tangan sebelah kanan dan kepala.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyayangkan insiden tersebut. Helmi menyebut, kejadian itu tidak seharusnya terjadi.

"Tentunya saya sangat menyayangkan. Seharusnya kita bisa mendukung tenaga kesehatan yang sekarang sedang berjuang," kata Helmi.

Helmi menambahkan, pihaknya meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Ini baru pertama kali di Garut. Proses hukum akan tetap berjalan," katanya.

Kronologi Pemukulan

Seperti dilihat detikcom Kamis (24/6/2021) malam, dalam video rekaman CCTV berdurasi 24 detik itu, terlihat seorang perawat membawa pasien ke ranjang.

Setelah itu, terlihat sang perawat menoleh ke arah pria bermasker yang menggunakan jaket hitam. Tak berselang lama, pria itu kemudian memukul sang perawat.

Dilihat dalam video tersebut, perawat dua kali dipukul. Pertama di bagian tangan sebelah kanan, kemudian di bagian kepala oleh pria itu.

"Saat kejadian, pelaku mengantarkan orang tuanya. Orang tua pelaku sudah masuk positif COVID-19. Karena isoman tidak memungkinkan, jadi dibawa ke puskesmas," kata Camat Pameungpeuk Tatang Suryana, Kamis.

Tatang mengatakan, perawat yang mengetahui kedatangan pasien langsung bergegas dan menggunakan APD lengkap. Aksi pemukulan terjadi lantaran sang perawat dianggap lambat menggunakan hazmat.

"Alasannya karena terlalu lama memakai baju APD," katanya.

Selain itu, pelaku juga sempat membentak perawat dan tak terima lantaran sang perawat menggunakan APD.

"Pelaku sempat berkata 'kenapa pakai APD kan ayah saya bukan Corona," ujar Tatang.

Insiden pemukulan terhadap perawat Puskesmas Pameungpeuk saat ini sedang ditindaklanjuti oleh polisi. Korban diketahui sudah melaporkan kejadian tersebut.

(mud/mud)