Pimpinan Pusdiklat Dai di Bandung Ngaku Rasul, Ini Kata MUI Jabar

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 16:06 WIB
Pria di Bandung Mengaku Rasul
(Foto: tangkapan layar Instagram)
Bandung -

Seorang pria pemimpin Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dai di Kota Bandung mengaku sebagai rasul. Apa kata MUI Jabar?

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) Rafani Achyar mengatakan, aliran sesat ini sudah terendus sejak tahun 2016 lalu.

"MUI Pusat pernah memberi perhatian (karena menyimpang) untuk aliran Baiti Jannati itu, pimpinan Abdul Rosyid, sekitar Tahun 2016-2017," kata Rafani via sambungan telepon, Kamis (24/6/2021).

Rafani mengungkapkan, ada warga atau mantan jemaah aliran ini merasa tertipu materi oleh pimpinan aliran sesaat ini.

"Waktu itu ada masyarakat yang lapor dan datang merasa korban oleh Baiti Jannati ini, dia memberikan infak kalau enggak salah habis Rp 600 juta dalam dua tahun," ungkapnya.

Ia menyebut, pada waktu tahun 2016 sempat ramai. Namun belum mengaku rasul.

"Jadi waktu itu, belum muncul pengakuan sebagai rasul, tapi kami lihat ada indikasi semacam baiat. Banyak islam yang mendasar pada baiat, seperti di Garut dan beberapa tempat, di Bandung itu yang kami lihat," ujarnya.

Rafani tak menjelaskan motif yang dilakukan pimpinan Pusdiklat ini bisa memungut uang ratusan juta. Dari pengakuan korban hanya infak.

"Masyarakat yang ngadu itu, katanya memberikan infak, enggak tahu prosesnya seperti apa, apakah nabung atau apa memang ada paksaan, yang jelas dia keluarkan infak sampai Rp 600 jutaan," jelasnya.

Rafani juga mengatakan, pada tahun 2016 itu korban sudah disarankan untuk laporan ke polisi namun enggan memberikan laporan.

"Waktu itu masyarakat supaya lapor ke polisi, cuman masyarakatnya enggak mau, kemudian setelah diberi perhatian mereka seperti berhenti Baiti Jannati tuh, tapi ternyata terus, sekarang malah ngaku jadi rasul," katanya.

Terkait Pusdiklat Dai, Rafani belum mengetahui model pengajarannya."Ya kita belum tahu modelnya seperti apa, pendidikannya apa, sistemnya bagaimana, salibinya gimana, kita belum tahu, tapi dari dulu memang dia memberikan semacam pengajian kepada masyarakat kecil," tuturnya.

Bahkan, pimpinan Baiti Jannati inimjuga sempat datang ke kantor MUI Jabar untuk mengklarifikasi hal tersebut.

"Memang pernah datang ke MUI, dia memberikan penjelasan bahwa kami tidak ada indikasi sesat atau apa, dan yang kami lakukan ini ini ini," tuturnya.

Rafani msnegaskann, ketika sudah ada orang yang mengaku rasul setelah Nabi Muhammad itu dipastikan sesat.

"Iya, sesat itu ada kriteria, kriteria sesat itu di antaranya meyakini ada rasul sesudah Nabi Muhammad," tegasnya.

Pihaknya mengimbau agar warga tetap waspada dan jangan terpengaruh dengan aliran sesat. Jika terjadi penyimpangan laporkan kepada polisi.

"Kepada warga sekitar jangan mudah terpengaruh dengan aliran seperti itu, kalau mau belajar agama belajarlah kepada guru, kepada kyai, kepada ustad yang sudah teruji, dia enggak tahu apakah doa kyai atau apa, kalau memang ada indikasi betul penyimpanan laporkan saja ke polisi," pungkasnya.

(wip/mud)