Tak Pilih Lockdown, Pemkab Ciamis Akan Perketat PPKM Mikro di Perbatasan

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 15:20 WIB
Rapat evaluasi penanganan COVID-19 di Ciamis
Foto: Rapat evaluasi penanganan COVID-19 di Ciamis (Dadang Hermansyah/detikcom).
Ciamis -

Penambahan kasus COVID-19 mengalami peningkatan di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Ciamis. Meski demikian, Pemkab Ciamis menyatakan tidak lockdown tapi tetap sesuai aturan sebelumnya dengan melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro.

Saat ini jumlah total pasien COVID-19 di Kabupaten Ciamis sebanyak 5.453 orang dan yang sembuh 5.091 orang. Pasien yang masih positif aktif 142 orang, yakni 22 orang dirawat dan 120 orang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 220 orang.

"Memang saat ini kasus COVID-19 mengalami peningkatan. Tapi kalau ditanya lockdown kalau Ciamis tetap secara parsial melaksanakan PPKM berbasis mikro. Tapi kita akan perketat lagi," ujar Sekda Ciamis Tatang usai melaksanakan rapat evaluasi COVID-19 di Sekretariat Satgas Ciamis, Selasa (22/6/2021).

Untuk itu Pemkab Ciamis meminta desa untuk lebih ketat lagi meningkatkan fungsi Posko Desa terutama di daerah perbatasan. Terutama dalam memberikan imbauan protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Ketika zonanya merah tentunya aktivitas masyarakat dibatasi, seperti isolasi mandiri dan kegiatan masyarakat ada pembatasan, kalau belajar dilaksanakan daring. Tapi pada intinya masyarakat harus mempedomani protokol kesehatan," katanya.

Kalau ditemukan ada yang melanggar ketentuan PPKM Mikro tentunya ada penegak hukum di lapangan yakni Satpol PP dan TNI/Polri yang siap bertindak. Petugas bisa membubarkan kegiatan tersebut karena tidak menerapkan Prokes. Saat ini Ciamis masuk zona oranye.

"Penegakan terus dilakukan dan lebih meningkatkan lagi operasi yustisi dan edukasi agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan 5M," katanya.

Pemkab Ciamis pun tidak melakukan penutupan sejumlah tempat keramaian seperti Alun-alun Ciamis maupun pusat perbelanjaan. Pada satu sisi Pemkab Ciamis pun harus memikirkan pemulihan ekonomi masyarakat.

"Jadi untuk tempat keramaian tentunya ada petugas yang berpatroli. Ketika memang ada yang berkerumun atau tidak memakai masker tentunya langsung ditegur," katanya.

Tatang menyatakan Pemkab Ciamis senantiasa memberikan semangat kepada para tenaga medis dan memberikan motivasi agar tidak lelah dalam menangani Pandemi COVID-19 ini.

"Kami akan patroli ke perbatasan-perbatasan untuk mencegah virus COVID-19 varian baru masuk Ciamis dan jangan sampai masuk," katanya.

(mso/mso)