Satgas KBB Pilih Gaungkan PPKM Mikro Ketimbang Lockdown

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 13:59 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung Barat -

Desakan untuk menerapkan lockdown di tengah meledaknya kasus COVID-19 di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bandung Barat, terus digaungkan sebagai langkah menekan laju kasus positif. Saat ini Bandung Barat bertahan di zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penyebaran COVID-19 selama dua pekan belakangan.

Pemkab Bandung Barat lebih memilih untuk memperketat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ketimbang menerapkan lockdown. "Jadi tidak ada Instruksi Mendagri (Inmendagri) soal lockdown, tapi penebalan PPKM mikro. Memang diketatkan semuanya untuk daerah zona merah," kata Ketua Harian Satgas COVID-19 KBB Asep Sodikin kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Implementasinya yakni untuk daerah zona merah perkantoran wajib menerapkan 75 persen Work From Home (WFH), pembelajaran dilaksanakan jarak jauh atau daring, kapasitas maksimal pengunjung ke pusat perbelanjaan baik tradisional maupun modern 25 persen dan tutup pukul 20.00 WIB.

"Kita sudah buat surat edarannya. Lalu tempat ibadah seharusnya ditutup, tapi kita lihat level kewaspadaan di tingkat RT dan RW. Kalau RT dan RW zona merah ya masjid ditutup juga," ucap Asep.

Sampai saat ini penerapan PPKM mikro di Bandung Barat terus diefektifkan. Namun hal itu juga harus dengan melihat tingkat kedisiplinan masyarakat.

"Seharusnya terus digaungkan soal pengetatan PPKM mikro ini, biar semua paham. Kalau hanya sampai ke satgas tapi masyarakat masih bebas berkeliaran tanpa menerapkan prokes, kan repot jadi nggak akan berhasil," ucap Asep.

Simak Video: Kasus Corona Meledak, Apa Beda Lockdown, PSBB dan PPKM Mikro?

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2