Round-Up

Corona Ngegas di Jabar, Varian Delta Terendus-171 Nakes Terpapar COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 08:21 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kasus COVID-19 di Jawa Barat terus mengalami lonjakan. Bahkan COVID-19 varian delta juga ditemukan di Kabupaten Karawang dan Kota Depok.

Ditemukannya varian tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia meminta agar warga makin waspada dan tetap patuh menjaga protokol kesehatan.

"Varian baru Delta sudah hadir di Jawa Barat. Ini menandakan kita harus tetap waspada. Hadir di Karawang dan Kota Depok," ujar Kang Emil sapaan Ridwan Kamil dalam telekonferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (21/6/2021).

Kang Emil menuturkan ditemukannya varian Delta tersebut berdasarkan kajian genome secuencing yang dilakukan labkesda dan ITB. Kang Emil pun meminta warga lebih waspada.

"Sehingga menandakan varian ini penularannya akan lebih cepat dari varian sebelumnya, mudah-mudahan dengan berita ini kita tingkatkan kewaspadaan kita," katanya.

Demi menekan lonjakan kasus COVID-19, Ridwan Kamil didorong untuk menekan rem darurat. Salah satunya dengan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar atau lockdown.

Namun dia mengaku tidak bisa seenaknya menerapkan kebijakan tersebut. Pihaknya sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait arah kebijakan yang akan dilakukan.

"Lockdown itu, pada dasarnya kami akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat," ujar Kang Emil.

Namun, kata Kang Emil, kesiapan anggaran untuk menerapkan PSBB saat ini sudah tidak ada. Pasalnya apabila diterapkan PSBB perlu dukungan anggaran untuk mencukupi kebutuhan warga.

"Dan kami dari Jabar anggaran memang sudah tidak ada. Jadi kalaupun itu diadakan, maka dukungan logistik dari pusat harus betul sudah siap baru kami akan terapkan di Jawa Barat," ucapnya.

Sementara itu, lonjaka kasus ini membuat tenaga kesehatan di mulai kelelahan. Saat ini saja ada sebanyak 171 tenaga kesehatan di RSHS Bandung yang positif terpapar COVID-19.

Plh Direktur Pelayanan Medik, Perawatan dan Penunjang RSHS Bandung dr. Yana Akhmad Supriatna mengatakan jumlah yang positif COVID-19 di RSHS berjumlah 212 orang terdiri dari nakes 171 orang dan non nakes 41 orang.

"Untuk bulan Juni itu sampai dengan tanggal 20 Juni kemarin, itu seluruh pegawai 212 orang (positif). Ya ini memang cukup meningkat dibanding bulan sebelumnya. Kita tahu di bulan Mei kemarin kita 61 orang sementara samai tanggal 20 Juni ini 212 (orang)," ucap Yana dalam keterangan video yang diterima detikcom, Senin (21/6/2021).

Sementara itu dari 212 orang tersebut, 12 di antaranya tengah menjalani perawatan lantaran bergejala. sedangkan sisanya tanpa gejala.

"Selebihnya itu adalah yang tanpa gejala atau gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," tuturnya.

Tingginya kenaikan kasus Corona terlihat juga dari jumlah sampel yang diuji di Labkes Jabar. Dari biasanya 3.000 sampel dalam sehari kini mencapai 9.000 sampel.

"Jumlah sampel warga di Labkes meningkat. Jadi 9.000 per hari, dari biasa 3.000," ucapnya Kepala Labkes Jabar Emma Rahmawati dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (21/6/2021).

Tingkat keterisian ruang isolasi di rumah sakit rujukan di berbagai daerah di Jabar juga mulai kritis. Akhirnya pemerintah setempat melakukan penambahan tempat tidur untuk merawat pasien COVID-19.

Simak video 'Kasus Corona di RI Tembus 2 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)