BOR Tersisa 17 Persen, Ini Strategi Satgas COVID-19 Kota Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:37 WIB
Sultan Ingin Jogja Lockdown, Ini Kondisi Kasus Corona di Jogja
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Sukabumi -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Sukabumi mengungkap adanya lonjakan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini berdampak pada keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di ruang isolasi Rumah Sakit (RS) rujukan penanganan COVID-19 hanya tersisa 17 persen.

Pihak GTTP COVID-19 mengatur strategi, salah satunya dengan membuka ruangan baru di RSUD R Syamsudin SH. Penambahan tempat tidur akan dilakukan dengan membuka ruangan isolasi baru.

"Kita tadi sudah rapat dengan pihak RS, kami dari Dinkes kita akan antisipasi lonjakan ini dengan membuka ruangan baru di RSUD Syamsudin. Kita akan tambah kurang lebih 50 bed tempat tidur, pertama bertahap kita akan buka 20 tempat tidur supaya yang antri bisa masuk," kata Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Sukabumi, Wahyu Hardiana, Senin (21/6/2021).

Penambahan akan dilakukan secara bertahap, ketika pembukaan ruangan baru masih dirasa kurang maka akan disediakan tambahan kembali untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru.

"Kalau memang nanti dirasa penuh kita akan buka lagi satu ruangan yang kapasitasnya 32 bed, kalaupun nanti terjadi lonjakan kita akan buka satu lokasi yang isinya 66 tempat tidur. Total kapasitas di Syamsudin 180 - 200 tempat tidur, hitungan kami untuk memenuhi kebutuhan ruang rawat inap bagi pasien COVID dengan kokdisi peningkatan kasus," ujar Wahyu.

Target Vaksinasi Terus Berjalan

Soal vaksinasi, Wahyu mengatakan secara keseluruhan sudah mencapai 30 persen dari semua sasaran. Mulai sari tenaga kesehatan, pelayanan publik hingga masyarakat umum.

"Vaksinasi diangka 30 persen dari semua sasaran, nakes 116 persen dari 3000 sasaran, sudah tervaksin semua meskipun ada beberapa nakes yang masih kita lakukan vaksinasi. Terus dari pelayanan publik kita sudah lebih dari 119 persen sehingga target yang 15 ribu sudah selesai, kemudian lansia kita baru mencapai 26 persen karena masih jauh dari harapan kami dan kita sudah mulai masuk ke sasaran umum," ungkap Wahyu.

Dalam pekan ini, Wahyu mengatakan akan kembali melakukan vaksinasi bekerjasama dengan TNI - Polri. Prosesnya dilakukan secara massal demi mencapai target pemerintah pusat 1 juta vaksin.

"Nah pada beberapa hari ini kita akan melaksanakan kegiatan vaksinasi masal yang dilakukan bekerjasama dengan TNI dan Polri. Target sasaran memang bagaimana kita akan bekerjasama dengan kebijakan pemerintah pusat untuk mencapai 1 juta perhari vaksinasi," pungkasnya.

(sya/mud)