ADVERTISEMENT

Diduga Terpapar Limbah Pabrik, 50 KK di Karawang Keluhkan Gatal-Batuk

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 13:57 WIB
Warga Karawang mengeluhkan gatal-gatal diduga terkontaminasi limbah pabrik
Warga Karawang mengeluhkan gatal-gatal diduga terkontaminasi limbah pabrik (Foto: Yuda Febrian)
Karawang -

50 Kepala Keluarga (KK) warga di RT 03 RW 01, Dusun Krajan Barat, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok diserang gatal-gatal, batuk, dan iritasi mata. Kejadian itu diduga akibat air dan udara terkontaminasi limbah pabrik.

"Gatal-gatal, sampai kulit korengan, terus batuk, sama bayi juga kena iritasi di mata," kata Mimin (32) warga yang kulitnya terasa gatal-gatal saat diwawancarai di lokasi, Senin (21/6/2021).

Perihal kejadian itu, ia menduga karena air dan udara dicemari dari perusahaan yang berdekatan dengan pemukiman warga.

"Warga di sini sudah sejak bulan puasa mengalami ini, pas ada limbah pasir yang ditumpuk berdekatan dengan rumah warga, otomatis air limbahnya lama-kelamaan meresap, dan mencemari air bersih warga, ditambah lagi kalau ada angin kencang, limbah pasirnya beterbangan sampai ke warga," jelasnya.

Lanjutnya, air berwarna kuning, dan butiran pasir itu setiap harinya selalu mengotori lantai, serta perabotan dapur.

"Jadi airnya tuh kuning, terus ada endapan pasir, apalagi sampai masuk ke rumah pasirnya, lantai jadi licin, barang-barang juga kena, pasirnya itu berkilau, Kang, bikin gatal," ungkapnya.

Saat pantauan di lokasi tumpukan pasir berwarna hitam tampak jelas bersebelahan, dengan warga Dusun Krajan Barat. Posisi tumpakan pasir tersebut berada di dalam kawasan pabrik, yang hanya dibentengi dinding beton setinggi kurang lebih dua meter.

Sementara itu, Ketua RW 01 Suparman mengatakan warga sudah melaporkan kejadian ini, dan ia selaku RW, telah juga melaporkannya ke pihak desa, dan pihak perusahaan.

"Iyah benar, memang ada pelaporan, dari warga, saya juga sudah lapor ke desa, juga pihak perusahaan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya," katanya saat diwawancarai.

Dijelaskannya, dari Dusun Krajan Barat ini, terdapat 190 Kepala Keluarga (KK), dan 50 KK paling terdampak."Kalau total KK, ada 190, tapi yang terdampak itu kurang lebih 50 KK," tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan mengakui belum mendapat informasi terkait kejadian tersebut. Namun, pihaknya akan mencoba mengirimkan tim untuk meninjau ke lokasi.

"Belum mendapat laporan kalau ada warga yang terdampak limbah B3, paling nanti akan kita tinjau ke lokasi dulu," pungkas Wawan saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp.

(mud/mud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT