Masuk 4 Besar Tertinggi COVID-19 di Kota Bandung, Camat Rancasari Malah ke Yogyakarta

Wisma Putra - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 12:53 WIB
BOR RS di kota Bandung
Foto: Infografis/Mindra Purnomo
Bandung -

Kecamatan Rancasari masuk dalam empat besar wilayah penyumbang terbanyak kasus COVID-19 di Kota Bandung. Ironinya, Camat Rancasari bersama Lurah Derwati, LPM dan PKK saat ini sedang melakukan perjalanan dinas ke Yogyakarta dalam rangka pembinaan kelembagaan masyarakat.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyayangkan hal tersebut. Seharusnya camat dan lurah saat ini fokus dalam penanganan COVID-19 di wilayahnya masing-masing.
"Saya minta itu klarifikasi kepada Kabag Pem, harus tabayun ya, tapi kalau ternyata itu benar berarti dia melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota, Pak Wali," kata Yana di Balai Kota Bandung, Senin (21/6/2021).

Jika benar, Yana akan memberikan sanksi tegas. "Kalau saya usulkan sanksi yang tegas, ada regulasinya di kita ada," ujarnya.

Saat disinggung soal anggaran kegiatan yang sudah dianggarkan, Yana menyebut banyak orang juga harus rela berkorban dengan kebijakan baru yang dikeluarkan Pemkot Bandung.

"Saya minta diklarifikasi dulu, toh sekarang aja kemarin Sabtu-Minggu ada banyak orang yang melakukan pernikahan, tapikan kita ada regulasi hanya boleh akad saja, akhirnya banyak yang dibatalkan, bahkan ada pejabat pemkot yang akan menggelar pernikahan dibatalkan, itu konsekuensi karena situasi seperti ini, kalau itu sudah direncanakan," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun di Laman Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung, Rancasari ada di empat besar wilayah penyumbang kasus positif aktif COVID-19 dengan angka 104 kasus.

"Rancasari kalau enggak salah ada di ranking 7 atau 8 peningkatan COVID-19 pokoknya 10 besar, saya pikir konsen saja COVID-19 dulu, itu bisa digeser sebenarnya setelah menurun, agak normal, kan anggaran mah bicara setahun, enggak hanya itu," jelasnya.

Yana menegaskan, lebih baik Camat dan Lurah fokus penanganan COVID-19."Kalau betul itu dilakukan, setelah hasil verifikasi, kita menyayangkan, di tengah kita sedang menyelesaikan peningkatan pandemi COVID-19, pejabat di wilayah, butuh konsen dari teman-teman kewilayahan," tegasnya.

"Mari bersama-sama patuh regulasi yang sudah ditetapkan pimpinan kota, semata-mata untuk kebaikan masyarakat yang kita tangani dan utama sedang menangani peningkatan COVID-19 yang kuar biasa, kalau pilihan gak ada nanti bingung," pungkasnya.

detikcom mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Camat Rancasari Hamdani via sambungan telepon, namun belum ada tanggapan.

(wip/ern)