50 Pengendara Jalani Rapid Antigen di Exit Tol Cileunyi Bandung, 3 Reaktif

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 11:54 WIB
Penyekatan di Cileunyi, Bandung
Foto: Penyekatan di Cileunyi, Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Petugas gabungan melakukan penyekatan di check point Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kendaraan luar kota, yang hendak melakukan perjalanan ke kawasan Bandung Raya menjadi sasaran.

Pantauan detikcom, Minggu (20/6/2021) penyekatan ini dilakukan di jalur arteri setelah Exit Tol Cileunyi, tepatnya sebelum Pasar Cileunyi atau yang mengarah ke perbatasan Cibiru, Kota Bandung.

Petugas gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Dinkes Kabupaten Bandung terlibat dalam kegiatan ini. Kendaraan berpelat nomor luar kota seperti dari Jakarta, Bodebek dan sekitarnya diberhentikan di check point tersebut.

Selain memeriksa dokumen perjalanan, seperti KTP dan SIM, petugas juga memeriksa dokumen kesehatan, salah satunya surat bebas COVID-19 atau hasil rapid antigen tiga hari terakhir.

Jika tidak dapat menunjukkan surat bebas COVID-19, maka pengendara diwajibkan melakukan rapid antigen gratis di pos penyekatan.

Ratusan kendaraan diberhentikan dan diperiksa oleh petugas. "Untuk kendaraan yang diperiksa, kurang lebih ada 180 kendaraan," kata Kasubnit 1 Turjawali Polresta Bandung Iptu Sugiharto di lokasi penyekatan.

Dari 180 kendaraan yang diperiksa petugas, 50 orang di antaranya harus menjalani rapid antigen karena tidak dapat menunjukkan surat bebas COVID-19.

"Hari ini, dari mulai Pukul 08.30 WIB sampai Pukul 11.00 WIB kita sudah melakukan pemeriksaan swab sebanyak 50 orang, dari 50 orang yang reaktif 3 orang, kita sarankan untuk isolasi mandiri dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, jika tidak ada kepentingan atau urusan yang sangat urgent agar diam di rumah saja.

"Imbauan kepada masyarakat, apabila tidak ada keperluan dan tidak ada urusan penting sekali tolong diam di rumah, kecuali ada kegiatan sangat penting," ujarnya.

(wip/mso)