Pontang-Panting Pemkot Cirebon Hidupkan Transportasi Selagi Pandemi

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 14:14 WIB
Transportasi Cirebon
Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Pemkot Cirebon tengah berjuang mengembangkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon di tengah pandemi COVID-19. Pemkot berambisi BRT bisa melayani masyarakat di Wilayah III Cirebon, atau Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Perjuangan Pemkot Cirebon untuk bisa mengoperasikan BRT memang tak mudah. Pemkot menerima 10 unit BRT pada 2018 dan 2019, masing-masing 5 unit dalam dua tahun itu. Lebih dari setahun BRT tak pernah mengaspal. Armada yang digadang-gadang menjadi moda transportasi modern di Kota Cirebon itu hanya terparkir rapi di halaman kantor Dinas Perhubungan (Dishub).

Pemkot Cirebon melalui Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan dan Dishub Kota Cirebon selaku instansi berwenang meracik formula. Hingga akhirnya menggandeng PT BIG selaku operator. BRT Trans Cirebon dipaksa untuk mengaspal di tengah pandemi COVID-19. Pada April 2021 Pemkot Cirebon resmi mengoperasikan BRT Trans Cirebon.

Dishub Kota Cirebon tak ingin armada BRT Trans Cirebon dikembalikan lagi ke pusat, karena tak kunjung beroperasi. Dishub pun menyepakati agar BRT tetap beroperasi. Walaupun saat ini, sektor transportasi terkena dampak luar biasa karena pandemi.

"Ketika ada pengembalian barang (BRT) adalah ketidakpercayaan pemerintah pusat. Kami berupaya agar bus BRT ini segera beroperasi," kata Kepala Dishub Kota Cirebon Andi Armawan saat rapat bersama Komisi I DPRD Kota Cirebon di kantornya, Rabu (16/6/2021).

Andi optimis pandemi bukanlah penghalang cita-cita Pemkot Cirebon untuk memiliki moda transportasi modern.
Sebab, lanjut Andi, layanan transportasi umum itu tertuang dalam undang-undang (UU) dan peraturan pemerintah (PP), yakniUU 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, PP 74/2014 tentang Angkutan Jalan, dan Permenhub 29/2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.

Ia mengatakan saat ini masyarakat bisa menikmati layanan BRT Trans Cirebon secara gratis. Pemkot telah menyubsidi operasional BRT tahun ini "Sekarang masih tahap sosialisasi. Masih gratis untuk masyarakat. Tahun ini kita mendapat anggaran Rp 500 juta. Itu sudah termasuk operasional, balik nama kendaraan dan lainnya," ujar Andi.

BRT Trans Cirebon saat ini memiliki dua trayek. Untuk trayek pertama sepanjang 32,9 kilometer. Sedangkan trayek kedua sepanjang 27,4 kilometer. Trayeknya hanya melintas di pinggir kota.

Ia tak menampik anggaran BRT masih menjadi kendala. Saat ini pihaknya bersama PD Pembangunan telah mengupayakan legalitas mengenai tarif dan lainnya. "Tarif yang diusulkan Rp 5.000 bagi masyarakat, untuk pelajar Rp 3.500," ucap Andi.

Selanjutnya
Halaman
1 2