Dear Calhaj, Uang Pelunasan Bisa Diambil ke Kantor Kemenag Karawang

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 10:09 WIB
Ilustrasi ibadah haji dan umrah
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Karawang -

Sebanyak 2.076 warga Karawang gagal berangkat ke tanah suci. Calon jemaah haji yang gagal berangkat bisa mengambil uang pelunasan. Apa saja syaratnya?

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Karawang Mohamad Azizi Ujjatul Arifin mengatakan kuota haji untuk Karawang sebanyak 2.165 orang per tahun. Sedangkan tahun ini yang melakukan pelunasan sebanyak 2.076.

"Sesuai arahan pemerintah pusat, juga demi keselamatan jemaah haji terhadap dampak Covid-19, yang melakukan pelunasan belum bisa berangkat tahun ini," ujar Azizi saat dihubungi melalui, Rabu (16/6/2021).

Azizi mengungkapkan, antrean haji di Karawang sebanyak 41.807 orang sampai dengan tahun 2041 mendatang. Namun, ia belum memastikan kepastian perihal pemberangkatan.

"Berdasarkan pendaftaran hingga 4 Juni 2021, ada 41.807 antrean haji sampai dengan tahun 2041, tapi untuk pasti berangkatnya, kami pun menunggu instruksi pemerintah pusat perihal pemberangkatannya," katanya.

Meski begitu ia memastikan pembatalan haji tahun ini murni demi keselamatan dan kesehatan calon jemaah haji. Sebab saat ini pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia maupun di Arab Saudi.

"Tidak ada kabar haji dibatalkan lantaran uang calon jemaah dipakai pemerintah, ini murni terkait covid-19, hingga pemerintah Arab Saudi membatasi kuota hajinya, untuk domestik saja," kata dia.

Ia pun meminta calon jemaah haji yang telah mendaftar dan melakukan pelunasan untuk bersabar atau legowo.

"Kami meminta untuk bersabar," ungkap dia.

Ia pun menyebut pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) bisa diambil kembali oleh yang bersangkutan. Mereka tidak akan kehilangan status sebagai calon jemaah haji. Syarat-syaratnya seperti bukti asli setoran, fotokopi buku tabungan, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dibawa ke Kantor Kemenag Karawang untuk pembatalan itu.

"Nanti kita bantu lakukan permohonan kepada BPKH (badan pengelola keuangan haji) untuk pengambilan pelunasan," ungkap dia.

Sampai informasi pembatalan haji pada 2021, sudah ada 23 orang yang mengajukan permohonan pengambilan pelunasan dan 15 orang pembatalan dengan alasan meninggal dunia. Sedangkan untuk tahun 2022 sudah ada dua orang yang mengajukan pembatalan penulasan biaya haji.

Simak video 'Haji Dibuka Saudi Hanya untuk Domestik, Keselamatan Jemaah Jadi Alasan':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)