Corona Melonjak, Dindikbud Banten Evaluasi Sekolah Tatap Muka

Bahtiar Rifa - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 21:15 WIB
Poster
Ilustrasi pelajar bermasker (Ilustrator: Edi Wahyono)
Serang -

Rencana sekolah tatap muka untuk SMA/SMK pada Juli 2021 bisa saja dievaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten. Hal tersebut dipicu terjadinya lonjakan jumlah kasus COVID-19 di Banten.

"Pak menteri minta Juli efektif PTM (pembelajaran tatap muka), tapi melihat tren bahwa hari ini Banten masuk zona oranye, itu menjadi bahan buat kita evaluasi," kata Kadis Dindikbud Banten Tabrani saat ditanya detikcom di Serang, Selasa (15/6/2021).

Tentunya, perkembangan ini perlu mendapatkan masukan ke Satgas COVID-19. Tapi mudah-mudahan, kata Tabrani, kenaikan jumlah kasus ini tidak berlangsung hingga Juli.

"Artinya sepanjang masih rawan keselamatan warga, saya kira itu jadi pertimbangan utama. Bagi saya keselamatan adalah segala-galanya meskipun ada pertimbangan lain. Bahwa saya harus punya rasa kekhawatiran wajar, sebagai Kadisdik penyelenggara pendidikan," tuturnya.

Menurut Tabrani, mayoritas orang tua mengharapkan agar PTM bisa dilakukan pada Juli. Namun, pihak Dindikbud Banten belum bisa memprediksi bila ada fluktuasi kasus penyebaran virus Corona.

Pada Senin (14/6), seluruh kabupaten kota di Banten menjadi zona oranye. Kebanyakan didominasi oleh klaster keluarga.

Kenaikan dan perubahan zona risiko ini juga menjadikan bed occupancy rate (BOR) ruang ICU semakin meninggi. Saat ini BOR untuk ICU sudah mencapai 61,17 persen. Atau dari kapasitas 273 ICU, yang sudah terpakai mencapai 167 ruang. Sedangkan sisanya hanya tinggal 106 ruang.

Okupansi tempat tidur juga meningkat diiringi penambahan jumlah kasus. Kapasitas tempat tidur saat ini di Banten ada 3.371 dan sudah terpakai 2.321 tempat tidur. Ini artinya sudah 68,85 persen tempat tidur terpakai untuk pasien terpapar virus dan hanya tersisa 1.050 tempat.

(bri/bbn)