Kasus Corona Melonjak, Kabupaten Bandung Masuk Zona Merah COVID-19

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 16:59 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna
Foto: Bupati Bandung Dadang Supriatna (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Kabupaten Bandung kembali masuk ke dalam zona resiko tinggi atau zona merah penularan COVID-19. Hal itu dikarenakan adanya lonjakan kasus positif COVID-19 dan tingginya angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur selama satu pekan terakhir di Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sudah melakukan rapat kordinasi mendadak bersama seluruh camat di Kabupaten Bandung membahas soal ini.

"Saya sudah curiga bahwa peningkatan penularan COVID itu sangat meningkat, sehingga pada hari Minggu itu, jujur saja, kami rapat kordinasi mendadak dengan para camat se-Kabupaten Bandung, menyampaikan beberapa kejadian, dari mulai Al Ihsan sampai setiap rumah sakit penuh," ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna di Hotel Grand Sunshine, Kabupaten Bandung, Selasa (15/6/2021).

"Ternyata benar, dugaan saya, hari Senin kemarin, bahwa kita masuk zona merah," lanjutnya.

Dari data yang dihimpun dari Pikobar, dalam sepekan terakhir dari 7-13 Juni 2021, sudah ada penambahan sekitar 996 kasus positif COVID-19. Angka tersebut terus bertambah sejak libur panjang Lebaran.

Dadang mengatakan, sudah merencanakan sejumlah langkah penanganan dan antisipasi. Namun, ia akan terlebihdahulu mengecek ketersediaan tenaga kesehatan di Kabupaten Bandung.

"Kalau toh kurang kita akan konsultasi dengan Pak Gubernur, bagaimana untuk bisa mengantisipasinya. Kalau toh di sini ada relawan yang mau bergabung dengan tenaga kesehatan ya Alhamdulilah. Karena terus terang, tenaga kesehatan itu garda terdepan dalam penanganan Covid," kata Dadang.

Kemudian, ia menyebut diperlukannya mobil siaga untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Meski begitu, mobil tersebut akan berbelit dengan prosedur yang ada.

"Jadi misalkan di daerah sini butuh kita siapkan, teknisnya seperti apa, kalau misalkan harus tender, saya bingung, kita harus seperti apa supaya ada kepemilikan mobil siaga, apakah sewa dulu atau seperti apa supaya masyarakat terbantu," ujarnya.

Sementara itu, angka BOR atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan di Kabupaten Bandung terus meningkat. Saat ini, per tanggal 14 Juni, angka keterisian tempat tidur berada di angka 93,11 persen jauh dari ketentuan WHO sekitar 60 persen.

Dari tujuh rumah sakit rujukan, disediakan 334 tempat tidur khusus pasien COVID-19 di Kabupaten Bandung. Saat ini, dari 334 tempat tidur itu hanya tersisa 23 kamar tidur saja.

"Kita semua fokus, kita semua Insya Allah terus akan berkonsentrasi mengurusi, melayani masyarakat bahwa COVID ini harus segera mereda. Tetapi kita sudah bekerja, Insya Allah hari Jumat kita akan meminta bantuan kepada Allah, akan istigosah atau berdoa bersama meminta kepada Allah, Allah yang memberi virus ini dan Allah juga yang mencabut virus ini," ujarnya.

(mso/mso)