54 Santri di Ponpes Bandung Positif Corona, Ini Diduga Penyebabnya

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 14:42 WIB
Ponpes Kabupaten Bandung lockdown imbas puluhan santri positif Corona.
Foto: Ponpes di Kabupaten Bandung lockdown imbas puluhan santri positif Corona (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Pesantren Yatim dan Dhuafa Al-Kasyaf, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung di-lockdown usai puluhan santri dan pengajarnya positif COVID-19. Pemilik pesantren menduga santrinya tertular ketika menjual makanan ke rumah warga.

Sebelumnya, sebanyak 54 santri dan pengajarnya dinyatakan positif COVID-19. Saat ini, santri dan pengajar yang positif COVID-19 masih melakukan isolasi mandiri sementara yang negatif dipisahkan.

Pendiri Pesantren Al-Kasyaf Giovani Van Rega memastikan bahwa santrinya tidak mudik. Pasalnya, pesantren tersebut berisikan anak yatim dan dhuafa yang tidak memiliki rumah atau keluarga.

"Mereka tidak pulang kampung, karena di sini rumahnya," ujar Giovani kepada wartawan di depan pesantren, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (15/6/2021).

Giovani menuturkan, awalnya ada beberapa santri yang mengalami gejala COVID, seperti hilangnya penciuman dan batuk. Tidak lama, mereka pun direkomendasikan untuk melakukan swab test oleh puskesmas setempat.

"Awalnya ada yang sakit kemudian ke klinik, dari klinik ada rekomendasi harus segera. Karena ini semua. gejalanya tidak mencium bau, demam, makanan asin tidak terasa," ujar Giovani.

Pesantren tersebut berisikan 140 santri dan 20 pengajar dan usia santri berkisar 2-18 tahun. Saat ini, ada 54 santri dan pengajar yang dinyatakan positif COVID.

Lanjut Giovani, dirinya menduga awal penularan ketika santri pergi keluar pesantren. Santri sering kali berjualan ke rumah warga untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing.

"Biasakan anak anak yatim sering keluar masuk, jajan, mereka juga berdagang, karena setiap hari untuk keperluannya dengan berdagang, mungkin dari situ lah anak anak kena. Kita juga tidak menyangka kejadian seperti ini," tuturnya.

"Pengajar juga ada yang terpapar, ada 5 orang yang dipastikan positif," lanjutnya.

Sementara itu, saat ini kegiatan belajar di pesantren dihentikan sementara. Sebagian santri yang negatif pun membantu membuatkan makanan untuk mereka yang sedang isolasi mandiri.

"Kegiatan kita sekarang lebih kepada peningkatan imun tubuh anak anak, kita bagi kelas syukur dan sabar. Kalau sabar itu yang sakit kalau syukur peduli kepada yang lainnya seperti memasak buat yang lain," ujarnya.

Simak juga video 'Luhut Soroti Lonjakan Covid-19: Ini Kesalahan kita Ramai-ramai':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)