Kelompok Bermotor Ngamuk di Karawang, 3 Mobil Rusak-5 Orang Ditangkap

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 14:44 WIB
ILUSTRASI FOKUS (BUKAN BUAT INSERT) PENYERANGAN GENG MOTOR DI KEMANG (ILUSTRATOR: FUAD HASIM/DETIKCOM)
Ilustrasi (Ilustrator: Fuad Hasim/detikcom)
Karawang -

Sekelompok orang bermotor menyerang dan merusak kantor salah satu ormas di Jalan Surotokunto, Kabupaten Karawang. Tiga mobil rusak dan lima orang ditangkap berkaitan insiden tersebut.

Kejadian penyerangan itu berlangsung di markas DPP Laskar NKRI, Minggu (13/6) malam, sekitar pukul 19.15 WIB. Bambang Mujiono (43), penjaga kantor DPP Laskar NKRI, mengatakan awalnya sekelompok pemuda menggunakan motor melemparkan molotov dua kali ke depan halaman kantor. Pelaku berjaket dan menutup wajah.

"Jadi awalnya saya kaget ada suara gas motor, terus di depan pagar sekelompok pemuda pakai motor langsung melempar bom molotov. Saya coba memadamkan apinya, tiba-tiba puluhan pemuda merangsek ke halaman," kata Bambang di tempat kejadian, Senin (14/6/2021).

Dia yang berjaga dengan temannya, memilih bergegas masuk ke dalam ruangan kantor. Bambang melihat puluhan pemuda mengamuk sambil melemparkan batu ke arah kendaraan yang parkir di markas ormas tersebut.

"Sekitar 20 sampai 30 orang menyerang kantor. Nggak keliatan atributnya dari mana. Lampu kantor dipecahkan, kalau mobil dirusak itu pakai bata apung, paving blok, dan kayu. Penyerangan itu sekitar 10 sampai 15 menitan," tutur Bambang.

Pihak Laskar NKRI melaporkan kasus tersebut ke polisi. "Kami sudah melaporkannya ke pihak kepolisian dan mendesak untuk segera menangkap pelakunya. Bukti-buktinya sudah bisa dilihat melalui rekaman CCTV," kata Hendra Supriatna, kuasa hukum DPP Laskar NKRI.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan pihaknya tengah menyelidiki perkara ini. "Sekelompok massa melakukan penyerangan ke kantor salah satu ormas di Karawang. Kemudian berkonvoi mengganggu masyarakat di jalan," kata Oliestha.

Polisi sudah menangkap sejumlah orang berkaitan aksi penyerangan tersebut. "Sementara lima orang diamankan," ujar Oliestha.

(bbn/bbn)