Siaga! Angka BOR Rumah Sakit di Jabar Melebihi Standar WHO

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 16:46 WIB
RSHS Bandung melakukan simulasi penanganan pasien suspect corona, Jumat (6/3/2020). Simulasi itu untuk menunjukkan kesiapan RSHS dalam menangani pasien suspect corona.
Foto: Wisma Putra
Bandung -

Jawa Barat siaga menyusul lonjakan kasus COVID-19. Beberapa rumah sakit melaporkan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sudah tinggi.

"Tadi malam (Kamis) kita mencatat untuk keseluruhan Jabar bed occupancy rate itu 62,65 persen. Jadi kalau dibandingkan dengan minggu lalu ini pertambahannya cukup tinggi sehari nambahnya 2-3 persen dan ini sudah melewati standar WHO 60 persen. Kalau pak gubernur bilang ini sudah siaga, karena kami juga tidak menginginkan pasien-pasien ini nanti tidak mendapatkan pelayanan di rumah sakit karena memang bed kita penuh semua," ucap Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Jawa Barat Marion Siagian sebagaimana dilihat detikcom pada Sabtu (12/6/2021) dalam program Jabar Punya Informasi (Japri) yang diunggah pada YouTube Humas Jabar.

Marion mencontohkan kondisi rumah sakit di Bandung. Menurutnya, beberapa rumah sakit bahkan ada yang hampir mencapai titik keterisian penuh. "Misalnya di Kota Bandung. Kota Bandung punya kapasitas yang untuk hijau atau gejala ringan itu sebanyak 947 dan kini sudah terisi 767, berarti kan tinggi ya. Kemudian yang kuning 544 itu terisi 474 dan yang merah itu 79 sudah terisi 65," tuturnya.

Dia mengaku masih banyak pasien yang menunggu di IGD rumah sakit. "Sedang dilakukan screening apakah akan dimasukkan ke gejala ringan, sedang atau berat," kata dia.

Marion menuturkan lonjakan kasus COVID-19 disebabkan oleh klaster keluarga. "Ini akibat banyaknya kita berinteraksi dengan keluarga dan orang lain sehingga sekarang juga terlihat klaster di kabupaten dan kota itu banyaknya klaster keluarga kalaupun ada klaster perkantoran itu yang memang orang-orangnya juga yang sudah membawa dari rumah dan ketemu di kantor dan berinteraksi ini juga yang mengakibatkan adanya peningkatan kasus-kasus di beberapa perkantoran," kata dia.

Di tempat dan acara yang sama, Ketua Harian Satgas COVID-19 Daud Achmad menuturkan pekan ini memang terjadi peningkatan tren kasus positif di Jabar. Beberapa daerah melaporkan peningkatan seperti Bandung Raya, Jabodetabek, Karawang hingga Cirebon. Menurut Daud, lonjakan tersebut terjadi setelah lebaran.

"Nah ini tadi saya pikir ya istilahnya inilah lebaran, dari sebelum lebaran kita sudah mewanti-wanti karena pengalaman tahun lalu setelah libur panjang selalu ada lonjakan, seperti libur Agustus, kemudian Idul Adha dan terakhir libur Nataru di akhir tahun sampai keterisian rumah sakit kita sempet meningkat di atas 50 persen dan sekarang pasca Idul Fitri kemarin terjadi lagi ini sudah diantisipasi, pemerintah sudah melakukan larangan mudik walaupun memang ada yang lolos," katanya.

Sebagai upaya pengendalian, kata Daud, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat lebih waspada lagi. Terutama lebih mengedepankan protokol kesehatan.
"Kita di satgas khususnya lebih meningkatkan lagi sosialisasi dan edukasi ke masyarakat kemudian 3T juga kita upayakan untuk bisa lebih ditingkatkan, karena untuk mengendalikan wabah hanya itu jalannya secara konsisten," tuturnya.

(dir/ern)