Soal Ujian SD Bahas Ganja-Alat Kelamin, Disdikbud Akan Kumpulkan Guru PJOK

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 14:38 WIB
Heboh soal ujian siswi SD di Sukabumi bahas ganja hingga alat kelamin
Foto: Istimewa
Sukabumi -

Materi soal Ujian Penilaian Akhir Semester II (PAT) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bagi Siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) di Kota Sukabumi menuai kontroversi. Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi akan mengumpulkan guru PJOK.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Yemmy Yohani mengatakan pihaknya belum mengetahui siapa pembuat soal ujian PJOK yang menuai polemik tersebut. Seperti diketahui soal ujian PJOK memuat kata alat kelamin dan ganja.

"Belum ditelusuri, jadi itu yang membahas soalnya MGMP PJOK kita mau kumpul sama teman-teman PJOk se Sukabumi. Apakah ada yang membuat soal itu atau tidak ada, kalaupun ada (coal) itu sudah sesuai dengan kurtilas (kurikulum 2013) begitu," ungkap Yemmy, Sabtu (12/6/2021).

Diketahui soal dengan pertanyaan seputar alat kelamin ada di nomor 21 sampai 24 sementara soal rokok dan narkoba ada di nomor 25 sampai 30. Salah satunya nomor 26 berisikan kalimat pertanyaan sebagai berikut 'Yang bukan termasuk zat berbahaya dalam rokok adalah" A. Nikotin, B. Tar, C. Karbon Monoksida dan D. Ganja. Sejumlah pihak mengatakan jawaban Ganja pada soal itu mengarahkan siswa seolah mengambarkan ganja bukan termasuk zat berbahaya dalam rokok. Apa tanggapan Yemmy?

"Pandangan saya itu bukan hal yang tabu, anak sudah mulai pendewasaan. Mereka itu harus tahu, ini daun ganja, ini zat adiktif. Kita sering memberi pelajaran ke anak-anak bahan berbahaya mereka harus tahu bahwa itu mengandung apa yang berbahaya. Jadi anak harus detil harus jelas, begitu," ungkap Yemmy.

"Namun itu harus diiringi penjelasan, anak sekarang kritis kalau tidak jelas mereka akan mencari pembenaran kalau misalnya melihat pembenarannya dan yang memberikan penjelasannya salah bagaimana? Nah itu yang memberi pelajarannya kan jelas guru sesuai kurtilas, nah kurtilas itu dibikin oleh orang-orang kapabel yang profesional, menurut guru besar universitas Uhamka gitu. Mereka dari berbagai penelitian, survey research kan gitu ya, ga seenaknya membuat soal itu," sambung dia.

Yemmy juga mengatakan ia juga berpendapat sebagai orang tua murid meyakini bahwa soal-soal itu tidak bermasalah.

"Kalau menurut saya Apa sih yang dimasalahkan? Karena saya sebagai orang tua siswa, punya anak usia SD, SMP, anak sekarang itu harus detil rinci dan jelas tidak abu-abu menafsirkannya," pungkasnya.

(sya/ern)