Tanggul Sungai Cisunggalah Solokan Jeruk Jebol, 159 Rumah Rusak

M Iqbal - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 10:20 WIB
Tanggul cisunggalah jebol, ratusan rumah terendam
Foto: Istimewa
Bandung -

Tanggul penahan Sungai Cisunggalah, Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung kembali jebol. Tanggul sementara yang dibangun pun tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Cisunggalah.

Sebelumnya, tanggul setinggil tiga meter di Desa Panyadap itu jebol pada Selasa (1/6). Saat itu, ratusan rumah warga terendam air akibat jebolnya tanggul.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPDB) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, tanggul jebol terjadi pada Jumat (11/6) sekira pukul 18.30 WIB. Rembesan terjadi pada batas antara tanggul sementara dengan tanggul berbahan tanah.

"Ternyata yang jebol itu setengah karung itu. Jadi yang jebolnya tanggul tanah, kalau karungnya cukup kuat menghalang itu. Tapi mungkin batas antara tanggul karung dan tanah itu yang mengalami rembesan air, jadinya ambrol lagi," ungkap Akhmad Djohara saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/6/2021).

BPBD mencatat, ada tiga rukun warga yang terdampak akibat jebolnya tanggul kedua ini. Kemudian, ada 159 rumah yang rusak akibat terjangan air Sungai Cisunggalah tersebut.

"Warga yang terdampak itu sekitar 500 jiwa kurang lebih, rumah yang rusak, jebol bentengnya, terus lumpurnya mengendap luar biasa itu sekitar 159 rumah dari hasil asesmen yang sudah kita lakukan," ungkap Ahkmad.

Saat ini, pihaknya bersama sejumlah relawan membantu warga untuk menyingkirkan lumpur yang mengendap di dalam rumah warga. Sebagian laginya, membantu memperbaiki tanggul yang jebol.

Lanjut Akhmad, pihaknya sangat mekhawatirkan kejadian tanggul jebol akan terjadi lagi apabila tanggul dibuat dari tanah. Maka dari itu, diperlukan tanggul yang terbuat dari beton sehingga menghindari rembesan air dan menimbulkan banjir bandang.

"Sekarang mungkin akan kita buat tanggul permanen dengan TPT (Tembok Penahan Tanah) yang kuat, minimal dari jembatan dari utara sampai selatan itu," ujar Akhmad.

"Selain itu, rumah yang rusak juga akan kita hitung secermat mungkin, ditaksir, dan akan kita berikan penggantian biaya untuk memperbaiki rumah yang dimaksud. Untuk sawah pertanian yang rusak,kami akan mendengar dari pihak Dinas Pertanian seperti apa, kerusakan dan kerugiannya seperti apa," lanjutnya.

BPBD Kabupaten Bandung tetap mengimbau kepada masyarakat yang berisiko terjadi bencana banjir bandang agar lebih waspada. "Sementara mungkin warga yang rumahnya dekat dengan tanggul agar tidak diisi dulu, menghindar dulu dari lokasi. Jadi setiap saat tanggul itu bisa jebol terutama yang masih belum TPT," tuturnya.

(ern/ern)