Kunjungi Bandung, Putri Tanjung Ingin Serap Energi Kreatif

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 11:21 WIB
Staf Khusus Presiden, Putri Tanjung saat menyerap energi pelaku industri kreatif di Bandung
Staf Khusus Presiden, Putri Tanjung saat menyerap energi pelaku industri kreatif di Bandung (Foto: Istimewa)
Bandung -

Staf Khusus Presiden, Putri Tanjung berdiskusi langsung dengan para pelaku industri kreatif di Kota Bandung. Ia ingin menyerap energi pelaku industri kreatif di Kota Kembang yang nantinya bisa dikolaborasikan dengan pemerintah.

"Ide kreatifnya luar biasa. inovasi-inovasi yang luar biasa, dan Kota Bandung ini memiliki potensi yang sungguh luar biasa, makanya saya memilih kembali ke Bandung untuk menangkap energi kreatif selama beberapa hari ke depan" kesan Putri Tanjung, usai berdiskusi dengan para pelaku kreatif, akademisi dan pemerintah kota Bandung di Simpul Kreatif Indonesia Creative City Network, Jalan Braga, Bandung, Jumat (11/6)

Bandung yang sudah ditetapkan jadi salah satu kota kreatif dunia oleh UNESCO ternyata tidak hanya mampu menghasilkan para pelaku kreatif yang berlimpah, tapi juga bisa bicara dan punya tempat dalam percaturan ekonomi kreatif di dunia.

Putri mengaku kolaborasi semua pihak menjadi hal yang peting untuk mengembangkan industri kreatif. Terutama dalam membangun ekosistem kreatif berbasis digita.

Menurut Putri, pandemi COVID-19 membuat para pelaku kreatif lebih banyak di rumah dengan mengoptimalkan ruang digital online. Sedangkan, dari 64 juta pelaku UMKM, hanya 19 persen yang baru melek digital dan memanfaatkan ekosistem online.

"Di sinilah perlu dibangun ekosistem online dan offline, agar meningkatkan monetisasi yang berkesinambungan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua ICCN, Fiki Satari mengatakan keberadaan Putri Tanjung di Bandung merupakan upaya menyerap ide dan inovasi para pelaku industri kreatif Bandung. Sebagai staf khusus presiden, Putri dinilai bisa menyuarakan aspirasi dari para pelaku di Bandung, serta aspirasi dari jejaring Indonesia Creative City Network yang memiliki anggota di 224 kota/kabupaten seluruh Indonesia.

"Diharapkan, aspirasi ini menjadi program konkret yang bersinergi antara pemerintah dan dan industri," ujar Fiki.

Fiki mengatakan industri kreatif saat ini memerlukan ekosistem agar berkembang. yakni sinergi, kolaborasi lintas stakeholder. Para pelaku di daerah, terutama di Bandung, masih memiliki keterbatasan.

"Demikian juga dengan networking-nya Putri Tanjung baik di level nasional maupun internasional, diharapkan dapat membantu untuk mengekskalasi usaha para industri kreatif di daerah," katanya.

(mud/mud)