100 Hari Kerja Marwan-Iyos, Beasiswa Tahfiz Quran dan Dokter Masuk Kampung

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 10:47 WIB
Bupati-Wabup Sukabumi membeberkan hasil 100 hari kerja
Bupati-Wabup Sukabumi membeberkan hasil 100 hari kerja (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengklaim 100 hari kerja program prioritas percepatan pembangunan melalui 9 target program dan kegiatan sudah terealisasi. Mulai dari layanan kesehatan gratis di Puskesmas, dokter masuk kampung hingga beasiswa untuk Tahfiz Quran.

"Program 100 hari kerja itu sebetulnya tidak ada aturannya, Program itu dibuat sebagai motivasi bagi perangkat daerah untuk mencapai RPJMD, dari posisi itu kita bisa menilai OPD mana yang merespon dan konsisten mewujudkan visi misi," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Jumat (11/6/2021).

Marwan mengatakan, untuk program 100 Hari kerja itu adalah langkah awal untuk memulai dan sampai saat ini untuk program tersebut sudah berjalan misalnya saja ia menyebut dalam bidang kesehatan

"Saat ini seluruh pelayanan kesehatan di puskesmas gratis, bahkan sekarang ada program dokter masuk kampung untuk melayani kesehatan masyarakat dengan mendatangi warga" jelasnya

Ia juga menyebut beberapa program lainnya telah direalisasikan seperti, beasiswa tahfiz Qur'an, kesejahteraan guru madrasah untuk biaya operasional Madrasyah diniah dan lembaga Al-Quran serta peningkatan sarana dan prasarara pendidikan agama juga sudah berjalan.

Bukan hanya itu, Program untuk ketenagakerjaan seperti Sukabumi integrated labour and employmert center yang di singkat silent center juga sudah selesai dan bahkan siap dilaunching.

"Masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dan para pengusaha yang membutuhkan pekerja bisa menggunakan sistem aplikasi tersebut, mirip job fair namun melalui aplikasi, di samping itu dalam juga pembuatan kartu tenaga kerja serta yang berhubungan dengan ketenagakerjaan," ujar dia.

Terpisah, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri menjelaskan untuk pembangunan jalan serta penataan pusat pemerintahan di pelabuhanratu itu juga sudah berjalan

"Feeasibility study udah selesai untuk jalan, sementara untuk program 100 hari kerja pelayanan publik kemarin sudah dilauncing percepatan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang sudah bisa dilaksanakan di kantor kecamatan. Bahkan untuk beberapa adminduk sudah bisa secara digital, ditambah lagi Pemkab punya sistem Open SID (Sistem Informasi Desa) untuk digitalisasi pelayanan di tingkat desa dan kecamatan untuk program 100 hari kerja di laksanakan di dua kecamatan dulu yaitu Kecamatan Sukaraja dan cibadak, selanjutnya semua kecamatan dan desa harus terintegrasi" papar Iyos.

Selanjutnya untuk digitalisasi pertanian, peterakan, kelautan dan perikanan saat ini sudah selesai membuat sistem aplikasi dalam program 100 Hari kerja.

"Pertanian punya aplikasi Ritx yang tersambung dengan sensor di setiap wilayah pertanian yang dapat memudahkan petani untuk mengontrol permasalahan di lahan dan meningkatkan produktivitasnya dan percontohannya di kecamatan sukaraja, untuk Kelautan punya aplikasi fish finder beserta alatnya dan peternakan saat ini sudah selesai membuat kajian peningkatan produksi berbasis digital," jelas Iyos.

Sementara untuk Bantuan pemodalan untuk Unit Pelaksana Kegiatan UPK ex PNPM dan bantuan keuangan khusus desa pemerintah kabupaten sukabumi telah menjalankannya

"Untuk UPK sekarang sudah selesai membuat peraturan bupati tentang Bumdes Bersama dalam program 100 hari kerja, selanjutnya bantuan khusus keuangan desa sudah dibuat peraturan bupati terkait klasifikasi indeks desa membangun (IDM) jadi setelah aturannya dibuat sebagai payung hukum baru di berikan anggarannya," tutur Iyos.

"Ini adalah komitmen awal kami dalam mewujudkan visi misi kabupaten Sukabumi selama 5 tahun ke depan untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius, Maju, Inovatif menuju masyarakat sejahtera lahir dan batin" pungkasnya.

(sya/mud)