PDIP Jabar Sambut Baik Nostalgia Mega-Pro untuk Pilpres 2024

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 14:19 WIB
Prabowo Saat Makan Bareng Megawati hingga Ngopi Bareng SBY
Pertemuan Megawati-Prabowo (Foto: Instagram prabowo)
Bandung -

Nama-nama beken yang sudah lama berkecimpung di dunia politik Indonesia mulai bermunculan meramaikan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Beberapa nama mulai dijodoh-jodohkan usai adanya agenda pertemuan antar tokoh. Salah satu yang menyita perhatian publik yakni nostalgia Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Mega-Pro).

Menilik masa lalunya, kedua tokoh nasional itu sempat mesra kala berpasangan dalam kontestasi Pilpres 2009. Dukungan untuk keduanya kian mengemuka usai digaungkan oleh Pro Mega Center.

Menanggapi kans 'balikan' Mega-Pro untuk menghadapi Pilpres 2024, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan unjuk kemesraan keduanya dalam beberapa waktu belakangan sebagai hal yang lumrah.

"Mega-Pro itu sah-sah saja. Pergaulan politik sahabat lama pernah berpasangan juga di 2009. Sekarang dua pimpinan besar dan dua ketua umum partai yang besar di Indonesia tentunya hangat setelah bertemu lagi," ungkap Ono kepada wartawan di Padalarang, Bandung Barat, Kamis (10/6/2021).

Namun Ono menyebut jika pihaknya belum berani menyikapi pertemuan keduanya dan apa yang mereka bahas dalam pertemuan tersebut, tetapi dipastikan hal itu merupakan sesuatu yang positif.

"Urusan siapa calon presiden semua diserahkan kepada ibu ketua umum. Yang penting di Jabar saat ini konsentrasi soal kepengurusan terbentuk sampai tingkat bawah, kita solidkan pasukan," bebernya.

"Kita tunggu instruksi dari ketua umum dan DPP partai. Siapapun calon presidennya, Jawa Barat wajib memenangkan," kata Ono menambahkan.

Tak cuma soal nama Mega-Pro yang mencuat, Ono mengatakan jika nama lain seperti Puan Maharani dan Anies Baswedan juga sebagai hal yang wajar dalam ranah politik.

"Untuk Puan-Anies juga sah-sah saja. bisa Prabowo-Puan atau siapapun, ini jadi sebuah dinamika yang wajar terjadi.
Sekali lagi pdip punya mekanisme, kita punya prinsip demokrasi terpimpin, prinsip solid bergerak tegak lurus pada ketua umum dan DPP partai," jelasnya.

Pertemuan keduanya dianggap bisa menjadi sinyal positif tak cuma soal Pilpres 2024, namun juga soal isu nasional yang tak jarang juga memunculkan dampak negatif bagi kondusifitas Indonesia.

"Bertemunya Ibu Mega dan Pak Prabowo juga bukan hanya soal 2024, tapi memberikan sesuai yang baik soal isu nasional dan bisa meredakan hal negatif. Karena yang sekarang muncul banyak juga hoaks yang sangat merugikan," tegasnya.

(mud/mud)