Jabar Hari Ini: Kerumunan Ojol Order BTS Meal dan Kasus Corona Mengganas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 20:46 WIB
Ojol Berkerumun di Bandung
Foto: Kerumunan ojol oreder BTS Meal di McD Bandung (Wisma Putra/detikcom).

Okupansi RS di Jabar, RSHS Overload?

Baru-baru ini beredar informasi di aplikasi perpesanan bahwa Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dalam kondisi genting. Pesan yang beredar menyebut bahwa ruang IGD atau UGD RSHS dalam kondisi overload (melebihi kapasitas).

"Teman-teman di Bandung sekedar info dari yang on duty RSHS malam ini, pasien COVID-19 luar biasa, UGD RSHS overload & beberapa korban meninggal di ugd, pasien & ambulance dari luar mengantri di luar & lobby ugd. Tetap siaga & sehat selalu untuk semua," tulis pesan tersebut.

Sementara itu, Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSHS Bandung Yana Akhmad memberikan klarifikasi mengenai informasi simpang siur tersebut. Dia mengatakan, kondisi pasien COVID-19 di IGD memang mengalami peningkatan namun tidak sesuai dengan kabar yang tersebar.

"Benar bahwa di RSHS terutama di IGD ada peningkatan kasus COVID-19 namun suasana tidak segenting seperti informasi yang baru-baru ini beredar. Kondisi masih terkendali dan seluruh pasien dapat dilayani," kata Yana dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Rabu (9/6/2021).

Perihal peningkatan pasien COVID-19, pihaknya menyebut tidak terjadi dalam waktu bersamaan atau secara drastis melainkan terjadi dalam waktu perlahan dan sedikit demi sedikit sejak pertengahan Mei 2021.

Selain itu, kapasitas Gedung Kemuning yang menjadi ruang pusat penanganan COVID-19 di RSHS dalam kondisi masih tersedia. Terbaru, rata-rata kapasitas Bad Occupancy Rate (BOR) RSHS saat ini sudah mencapai 54,46 persen.

Secara rinci, total ruangan isolasi pasien COVID-19 RSHS sebanyak 224 dan terisi 122 orang. Untuk ruang isolasi HCU Kemuning dan GICU 2 sudah terpenuhi 100 persen dengan kapasitas kamar 7 orang dan 4 orang.

Pihaknya pun mencatat untuk ruang RIKK Kemuning dengan kapasitas 5 sudah terisi 3 orang dsn Kemuning 1 sudah terisi 21 orang dari kapasitas 24 tempat tidur. Sehingga, kapasitas BOR ICU (Intensive Care Unit) sebesar 86,88 persen.

Sementara itu, untuk ruangan Kemuning 1 sampai Kemuning 4 BOR mencapai 43,5 persen dengan rincian Kemuning 2-4 sudah terisi dan dua ruangan lainnya yaitu Kemuning 5 dan Asnawati masih belum terisi dengan kapasitas masing-masing 40 tempat tidur.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. "Tidaj keluar rumah jika tidak terlalu penting dan selalu menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melaporkan terjadinya peningkatan kasus COVID-19 dalam sepekan terakhir. Salah satunya terlihat dari mulai penuhnya tempat tidur khusus pasien positif COVID-19 di sejumlah rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana membenarkan telah terjadi lonjakan kasus positif COVID pasca libur panjang. Hal tersebut menyebabkan terjadi peningkatan keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit.

"Memang untuk Kabupaten Bandung ada kenaikan kasus yang lumayan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dalam kondisi ini kita melihat BOR di Kabupaten Bandung pun sudah cukup tinggi," kata Grace kepada detikcom di kantornya, Rabu (9/6/2021).


Grace menyebutkan, pada hari ini angka keterisian BOR mencapai 81 persen. Persentase tersebut sempat meninggi pada hari sebelumnya yang mencapai 84 persen.

"Sampai saat ini, keterisian (BOR) sampai 81 persen, kemarin sempat mencapai 84 persen," ucap Grace.

Sekadar diketahui, ada tujuh rumah sakit yang menangani kasus COVID-19 di Kabupaten Bandung. Dari tujuh rumah sakit hanya disediakan 300 tempat tidur untuk menangani kasus COVID.

Bila melihat data di Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat, per tanggal 6 Juni 2021, tingkat BOR di Kabupaten Bandung mencapai 85,11 persen atau tersisa sekitar 41 kasur.

Salah satu rumah sakit milik Provinsi Jabar yakni RSUD Al-Ihsan yang berada di Kabupaten Bandung kini tersisa 10 bed dari 148 bed. Tujuh bed dari 132 bed untuk menangani pasien bergejala ringan atau hijau dan tiga bed dari 4 bed untuk gejala sedang atau kuning. Sementara kasur bagi pasien gejala berat atau merah tercatat sudah penuh dari 12 kasur yang ada.

"Kami mendapatkan informasi Dinkes Jabar akan ada penambahan 55 bed di dua rumah sakit Provinsi Jabar yang ada di Kabupaten Bandung. Salah satunya 40 bed untuk RS Al-Ihsan," ujar Grace.

Saat ini, angka total kasus positif berada di angka 15.236, ada sekitar 1.235 pasien masih dirawat, 13.741 dinyatakan sembuh dan 260 meninggal dunia. Dari total kasus tersebut, kata Grace, kluster keluarga masih menjadi penyumbang tertinggi.

"Tetap di Kabupaten Bandung yang masih menduduki posisi tinggi itu kluster keluarga, kemudian kluster pesantren, perkantoran dan pelaku perjalanan," tuturnya.

Halaman

(yum/mso)