Meski Zona Merah, PTM di Ciamis Tetap Berjalan Sesuai Zonasi

Dadang Hermansyah - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 15:00 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Ciamis -

Kabupaten Ciamis kini masuk zona merah kerawanan COVID-19. Meski demikian, Pemkab Ciamis tidak menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan memutuskan tetap melanjutkannya secara parsial. Sekolah melaksanakan tatap muka sesuai zonasi kerawanan COVID-19.

Hanya sekolah yang desanya masuk zona hijau dan kuning yang boleh melaksanakan tatap muka. Sedangkan sekolah di zona oranye dan merah tidak diperbolehkan.

Saat ini sekolah baik SD dan SMP serta SMA tengah melaksanakan penilaian akhir tahun (PAT) atau ujian sampai Minggu ini. Setelah itu dibagi rapor dan selanjutnya libur semester.

"Kita telah selesai melaksanakan rapat evaluasi COVID-19 sehubungan Ciamis masuk zona merah. Untuk PTM atau sekolah tatap muka langsung seperti biasa dilaksanakan tapi secara parsial sesuai dengan zonasi daerahnya," ujar Bupati Ciamis Herdiat Sunarya usai rapat di Aula Setda Ciamis, Rabu (9/6/2021).

Alasannya, zona merahnya Kabupaten Ciamis karena tingginya angka kematian. Sedangkan tren perkembangan COVID-19 pasien positif tidak ada lonjakan bahkan cenderung menurun sejak seminggu kemarin.

"Setelah dievaluasi yang paling pokok tren perkembangan yang positif menurun dari seminggu kebelakang. Rata-rata 20 kasus positif se-Kabupaten per hari, sebelumnya sampai 30 kasus. Kedua ketersediaan tempat tidur hanya terisi 20 persen. Alhamdulillah secara umum, perkembangan covid turun dibanding seminggu lalu," jelas Herdiat.

Herdiat mengatakan yang menjadi permasalahan di Ciamis adalah angka kematian tinggi. Berdasarkan perbandingan rumus yang meninggal dengan pengetesan COVID-19. Diakui Herdiat sejak seminggu kebelakang ini, pengetesan di Ciamis cukup sedikit dibanding sebelumnya karena beberapa persoalan.

"Masalahnya, mesin tes PCR yang dari BNPB ditarik, juga alat reagennya juga tidak ada. Sehingga dibandingkan antara kematian dan tes menjadi lebih tinggi. Kalau terus secara masif dilakukan pengetesan mungkin tinggi tidak akan ada masalah," katanya.

Untuk mengatasinya, Ciamis akan menerima Reagen tes PCR dari pusat sebanyak 60 ribu pcs. Sedangkan untuk mesin PCR nya akan ada pinjaman dari Pemerintah Pusat.

"Sebelumnya dalam sehari kita bisa melaksanakan pengetesan sampai 1.500 sampel. Sedangkan sekarang paling hanya 200-300 sampel saja," katanya.

(mud/mud)