Klaster Hajatan, 28 Orang Warga Cianjur Positif COVID-19

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 18:07 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Cianjur -

Sebanyak 28 orang warga di Desa Padasuka Kecamatan Cibinong terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test PCR. Klaster ini terbentuk akibat digelarnya hajatan pernikahan di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun, klaster hajatan di Kampung Ciganitri Desa Padasuka berawal dari salah seorang warga yang mengeluhkan kehilangan indra penciuman dan perasa. Setelah ditest antigen, warga tersebut positif.

"Warga tersebut mengaku jika sebelumnya mengikuti kegiatan hajatan tepatnya pada akhir Mei lalu," kata Camat Cibinong Aceng Holil, Selasa (8/6/2021).

Petugas puskesmas pun melakukan penelusuran dan melakukan swab test PCR pada 50 warga. "Dari hasil test, ada 28 orang yang terkonfirmasi positif berdasarkan swab test PCR," ujar dia.

Aceng mengatakan selain warga kepala desa dan dirinya juga terkonfirmasi positif berdasarkan test swab antigen.

Menurutnya, dia menduga terpapar dari kepala desa. Sedangkan kepala desa terpapar dari istrinya yang menghadiri hajatan.

"Kalau saya tidak terpapar langsung, tapi dari kepala desa. Karena saat monitoring dan sosialisasi, Kades satu mobil dengan saya. Makanya saya juga isolasi mandiri," ucap dia.

Selain klaster di Desa Pasakuda, Aceng mengatakan ada 7 orang di Desa Cimaskara yang juga terkonfirmasi COVID-19. Warga tersebut terpapar dari pemudik.

"Jadi kalau total ada 35 orang, sebanyak 18 orang klaster hajatan dan 7 orang terpapar dari pemudik," ucap dia.

Sementara itu Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 Cianjur Yusman Faisal, mengatakan sudah ada dua klaster penyebaran COVID-19 di Kecamatan Cibinong.

Sebelumnya ada 24 warga yang terkonfirmasi COVID-19 dalam penyebaran klaster pengajian.

"Kalau klaster sudah ada dua, tapi jika klaster hajatan baru yang pertama termasuk di Cianjur ini yang perdana," kata dia.

Yusman mengaku pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan meminta warga untuk menjalani n isolasi mandiri. "Warga yang terpapar di klaster hajatan ini sudah isolasi mandiri," pungkasnya.

(mud/mud)