Sengketa Lapangan Bola, Pemkab Sukabumi Akui Terlambat Catatkan Aset

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 13:10 WIB
Lapangan Bola Sengketa di Sukabumi
Foto: Lapangan bola sengketa di Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Sengkarut lapangan bola Badak Putih, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi masih bergulir. Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengaku tidak menduga muncul permasalahan dari lapangan yang awalnya dikira Fasilitas Umum-Fasilitas Sosial (Fasos-Fasum) warga tersebut.

Saat ditanya soal pencatatan aset yang terlambat Kabid Aset Pemkab Sukabumi Hasan Basri mengatakan pihaknya tidak menduga ketika aset lapangan bola tersebut ada yang mengklaim sebagai milik pribadi.

"Kami pikir (sebelumnya) itu adalah Fasos-Fasum, mungkin baru kali ini kami hanya mencatatkan saja dan ini lebih kepada pengguna barang ya. Memang lebih baiknya lebih cepat ya dulu namun hari ini baru kita temukan permasalahan Fasos-Fasum ini, karena mungkin tidak terduga sebelumnya bahwa Fasos-Fasum itu ada yang mengklaim," kata Hasan, Selasa (8/6/2021).

Hasan menegaskan pihaknya mengetahui permasalahan itu setelah tiba-tiba muncul gugatan secara perdata, posisi Pemkab Sukabumi sebagai turut tergugat. Pihaknya kemudian mencari tahu posisi tanah tersebut di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Kitapun baru berkoordinasi dengan BPN secepat ketika ada permasalahan, kita koordinasi secepat mungkin dan ketika dapat dari BPN seperti itu kita catatkan segera ketika sudah punya keterangan yang cukup. Karena kalau kita tidak dapat keterangan yang cukup kita harus hati-hati mencatatkan aset tanah jangan sampai milik pihak lain yang kita catatkan," ucapnya.

Soal SK Bupati yang kemudian muncul, dijelaskan Hasan juga terkait dengan adanya permasalahan lapangan bola tersebut.

"SK Bupati yang disampaikan itupun kita berdasar pada apa nih ketika tanah negara berlaku penguasaan fisik yang seharusnya kita mendapatkan penjelasan dari BPN baru kita bisa catatkan. Artinya tidak bisa tergesa-gesa juga dalam hal pencatatan aset tanah itu tanpa kepastian yang jelas. Sehingga kita harus berdasarkan pencatatan itu atau punya dasar yang kuat. Setelah pasti dari BPN bisa kita catatakan berdasarkan usulan dinas terkait," paparnya.

Soal berdirinya bangunan berupa podium, Hasan mengatakan statusnya sudah tercatat namun untuk lapangan bola pihaknya baru mencatat di tahun 2020. Sementara diketahui aktivitas jual beli di area tersebut terjadi di tahun 2019.

"Pencatatan aset itu (lapangan bola) kita baru mencatatkan tahun 2020 kemarin hasil kita koordinasi dengan pihak BPN karena kalau pencatatan barang milik daerah sudah sekian tahun yang lalu ya terkait dengan bangunannya," ujar Hasan.

Sebelumnya, Pemkab Sukabumi terseret sengketa lapangan bola Badak Putih. Sejumlah pihak yang mengaku telah secara sah dan prosedural membeli lahan tersebut dari pemiliknya bernama Asep Sumbada. Perkara perdata sudah bergulir ke meja hijau.

Pantauan detikcom, di area lapangan tersebut terpasang sebuah plang berisi tulisan 'Tanah Ini Milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi' berikut larangan membangun di atas tanah tersebut. Masyarakat menyebut posisi plang itu baru dipasang setelah adanya perkara atas lapangan tersebut.

"Itu baru beberapa bulan (dipasang) termasuk ada spanduk dari Karang Taruna juga baru beberapa bulan dipasang. Ya setelah ramai adanya gugatan," kata warga, inisial RK, di lokasi kepada detikcom, Sabtu (5/6/2021).

(sya/mso)