Kasus DBD di Karawang Meningkat, Tercatat 457 Kasus-2 Meninggal

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 15:23 WIB
ilustrasi DBD
(Foto: ilustrasi/thinkstock)
Karawang -

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Karawang terus meningkat. Saat ini tercatat sudah 457 kasus dan dua orang meninggal dunia.

"Jumlah pasien DBD terbilang tinggi hingga awal Juni ini. Namun dibandingkan tahun lalu angka ini masih rendah. Tapi kita harus tetap waspada, agar terhindar dari penyakit DBD dengan menjaga kebersihan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu saat dihubungi melalui telepon selular, Senin (7/6/2021).

Berdasarkan data sementara dari Dinkes, terdapat 10 wilayah dengan kasus DBD cukup besar yaitu Kecamatan Telukjambe dengan 135 kasus, Adiarsa 51 kasus, Wadas 38 kasus, Cikampek 32 kasus, Karawang 27 kasus, Klari 22 kasus, Nagasari 21 kasus, Karawang kulon 13 kasus dan Tanjungpura 13 kasus. Sementara dua orang meninggal dunia yaitu di wilayah Adiarsa dan Plawad.

"Kasus DBD mulai naik signifikan sejak April lalu hingga Juni ini," katanya.

Kenaikan kasus tersebut, dikarenakan musim pancaroba mulai berlangsung, hingga habitat nyamuk penyebar virus DBD mulai merambah, diberbagai wilayah di Karawang.

"Kenaikan kasus kemungkinan adanya pergantian musim, hingga habitat nyamuk mulai banyak, diberbagai wilayah, oleh karenaya, kami menekankan adanya langkah 3 M untuk mencegah kasus DBD, Pencegahan juga bisa dilakukan dengan menjauhkan siklus perkembangbiakan nyamuk," tandasnya.

Sebelumnya, kasus DBD di Karawang sempat mencuat bulan lalu, ada 5 kecamatan yang rawan penyebaran DBD. Antara lain, Telukjambe Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, dan Cikampek.

Simak juga video 'DBD Mewabah di Sidrap di Tengah Pandemi Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)