Menyelisik Modus Calo Raup Duit Kawin Kontrak di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 13:16 WIB
Ilusttrasi menikah
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Cianjur -

Calo kawin kontrak di Cianjur meraup untung besar dari praktik prostitusi berkedok agama tersebut. Bahkan keuntungannya bisa 50 persen dari uang mahar kawin kontrak.

Sekadar diketahui, Pemkab Cianjur mengeluarkan larangan kawin kontrak. Aturan itu dikeluarkan untuk mencegah praktik prostitusi terselubung yang dianggap merendahkan martabat perempuan.

Udin (bukan nama sebenarnya), calo kawin kontrak, mengungkapkan setiap duit didapat dari pelaku kawin kontrak sebagai mahar untuk perempuan akan dibagi dua dengan calo. "Jadi misalnya kesepakatan kawin kontrak itu Rp 15 juta untuk waktu yang sudah ditentukan, langsung hasilnya dibagi dua antara perempuannya dengan calo," ujar Udin, Senin (7/6/2021).

Namun menurutnya 50 persen jatah untuk calo akan dibagi lagi dengan tim dari calon tersebut, mulai dari penghulu dan wali nikah bayaran. "Biasanya sepaket, calo itu menyediakan penghulu hingga wali nikah, kalau memang tidak ada wali nikah. Tapi kalau memang kawin kontrak atas persetujuan orang tua, yang jadi wali biasanya memang wali aslinya," tuturnya.

Udin mengungkapkan, meski uang hasil praktik kawin kontrak dibagi-bagi, calo mendapat bagian lebih besar. Bahkan, dari satu praktik kawin kontrak, calo bisa mendapat uang jutaan rupiah.

"Kalau sedang musim wisatawan asing asal Timur Tengah, dalam sebulan bisa belasan klien kawin kontrak. Makanya bisa untung banyak," ucapnya.

"Kalau sekarang karena wisatawan asing masih minim karena Corona, jadi tidak banyak. Barang yang dibeli dari hasil percaloan kawin kontrak banyak yang dijual, sampai lingkungan dari wisatawan Timur Tengah ramai lagi, pasti dapat banyak uang lagi," ujar Udin menambahkan.

Saksikan juga Kawin Kontrak di Kota Santri

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)