Haji 2021 Batal, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Lobi Ulang Arab Saudi

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 11:40 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (20/5/2021)
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Biro Adpim Pemprov Jabar).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong pemerintah pusat untuk melakukan lobi ulang kepada Arab Saudi terkait pemberangkatan haji 2021. Peluang memberangkatkan itu dinilainya masih ada, selama pemerintah dan jemaah bisa menjamin pelaksanaan protokol kesehatan.

"Karena saya meyakini pemerintah Saudi sahabat bangsa Indonesia selama kita bisa meyakinkan protokol kesehatan, terseleksi, sudah divaksin, dites PCR dan lain-lain, saya kira bisa lah sekian persen yang diberangkatkan jangan nol sama sekali," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Senin (7/6/2021).

Menurutnya, kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena sudah dua kali jemaah haji dan umroh di Indonesia gagal berangkat imbas pandemi. Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengaku, dirinya sudah bersiap menjadi Amirul Hajj atau pemimpin misi ibadah haji dari Jawa Barat sejak tahun lalu.

"Secara pribadi saya sangat sedih karena ini kali kedua kita tidak bisa melaksanakan haji apalagi umroh. Apalagi sejak tahun lalu saya sudah persiapan jadi amirul Jawa Barat. Kedua, meminta mereka yang sudah siap sesuai jatahnya harus ikhlas dan bersabar karena bagaimanapun qodarullah seperti ini," kata Kang Emil.

"Kalau masih ada waktu dan kesempatan saya memohon pemerintah pusat cobalah sekali lagi melobi kira-kira begitu. Mudah-mudahan ikhtiar diplomatik ini masih bisa diupayakan sebelum betul-betul final bahwa dari Arab Saudi menolak, tapi saya berdoa harapan itu masih dibuka," ujar Kang Emil.

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji, Umroh dan In-Bound Indonesia (Ashpurindo) Muhammad Iqbal Muhadjir meyakini jika keputusan untuk menunda pemberangkatan haji tahun ini telah diputuskan secara matang.

Jika pun harus memaksakan berangkat, jemaah dikhawatirkan tak bisa melaksanakan ibadah dengan optimal karena pembatasan kunjungan ke tempat-tempat ibadah yang utama.

"Ke masjid Mekkah hanya lima kali dalam satu minggu, kasihan jemaah harus datang ke Mekkah tapi di sana tidak maksimal, harus dikarantina dulu, ke Masjidil Haram dibatasi," katanya

Pemerintah resmi membatalkan keberangkatan Haji 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas mengatakan keputusan ini pahit namun menjadi yang terbaik.

"Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M," kata Menag Yaqut dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun Instagram Kementerian Agama, Kamis (3/6/2021).

Simak video 'Haji 2021 Batal, Menko PMK Ungkap Nasib Antrean Calon Jemaah Haji':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)