Tinjau Jembatan Timbang Losarang, Menhub Sebut Truk ODOL Turun Tahun Ini

Sudirman Wamad - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 13:57 WIB
Indramayu -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pelaksanaan pemeriksaan kendaraan di Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menhub mengklaim kendaraan yang over dimensi over load (ODOL), atau kelebihan muatan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Budi menyebutkan tahun lalu kendaraan yang menjalani pemeriksaan di jembatan timbang atau UPPKB Losarang memencapai 60 ribuan unit. Sedangkan, lanjut dia, pada empat bulan pertama tahun ini jumlah kendaraan yang diperiksa mencapai 50 ribuan unit.

"Kalau empat bulan bisa 50 ribu, artinya dalam satu tahun bisa mencapai 150 ribu kendaraan yang diperiksa. Kabar bahagianya adalah, dulu waktu 60 ribu kendaraan (tahun lalu) masih banyak ditemukan pelanggaran. Kalau yang sekarang (tahun ini) menurun," kata Budi usai meninjau pemeriksaan kendaraan, Minggu (6/6)2021).

Budi juga mengapresiasi kinerja petugas UPPKB Losarang karena lebih produktif dibandingkan tahun sebelumnya. "Ini proses yang kita inginkan," kata Budi.

Sementara itu, dari data yang ada di UPPKB Losarang menyebutkan pada tahun lalu jumlah kendaraan yang diperiksa mencapai 63.770 unit. Dari total yang diperiksa itu, sebanyak 36.208 kendaraan melanggar, atau ODOL. Sedangkan, pada Januari hingga April tahun ini tercatat sebanyak 54.922 kendaraan yang diperiksa. Sebanyak 20.620 yang melanggar.

Budi mengatakan regulasi tentang penindakan terhadap truk ODOL merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas. Selain itu, meminimalisir kerusakan jalan yang diakibatkan muatan truk melebihi batas.

"Pada dasarnya ini adalah untuk menolong keselamatan, agar jalan tidak cepat rusak. Ke depan harapannya di semua titik (jembatan timbang) tak ada (kendaraan) yang melanggar," kata Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menyaksikan proses penilangan terhadap truk ODOL di Jembatan Timbang Losarang. "Ternyata tadi ada kendaraan yang membawa baja dan melebihi batas bebannya. Petugas melakukan tindakan penilangan," kata Budi.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto mendukung upaya pemerintah dalam menindak kendaraan yang ODOL. "Karena aturan ini lebih kepada keselamatan lalu lintas," kata Bambang.

Selain pemeriksaan terhadap kendaraan, Bambang berharap adanya pengawasan terhadap pengusaha logistik dan karoseri atau bak truk. "Banyak truk yang kita lihat karoserinya melebihi dimensi. Ini juga harus dipantau," kata Bambang.

(mso/mso)