Bandung Raya Diprediksi Alami Musim Kemarau Pertengahan Mei-Juni

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 02 Jun 2021 14:16 WIB
World Water Day atau Hari Air Sedunia adalah perayaan tahunan yang dilakukan untuk kembali menarik perhatian publik pada pentingnya air bersih dan penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.
Ilustrasi kemarau (Foto: Getty Images)
Bandung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi wilayah Bandung Raya akan memasuki musim kemarau antara pertengahan Mei hingga pertengahan Juni.

Namun untuk Jawa Barat, wilayah utara sudah memasuki musim kemarau. Puncak Musim Kemarau 2021 di Jawa Barat diprediksi terjadi pada Agustus-September 2021.

"Bandung Raya akan memasuki kemarau pada dasarian III Mei sampai dasarian II Juni. Catatan kita, wilayah Indonesia sendiri 55 persennya sudah memasuki musim kemarau," ungkap Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu saat dihubungi detikcom, Rabu (2/6/2021).

Teguh menyebut hasil analisis dari kondisi atmosferik global hingga lokal, berpengaruh pada supresi aktivitas pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Barat pada umumnya.

"Kondisi itu berakibat pada penurunan jumlah curah hujan di hampir seluruh wilayah Jawa Barat," terangnya.

Namun adanya aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby berpeluang menyebabkan adanya peluang terjadi hujan ringan hingga sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi hingga akhir minggu ke I Juni 2021.

Berdasarkan catatan BMKG Bandung, sejumlah wilayah di Cimahi dan Bandung Barat masih perlu mewaspadai potensi hujan lebat di antaranya Lembang, Rongga, dan Gununghalu.

"Mulai tanggal 1 sampai 3 Juni, daerah itu masuk kategori siaga sampai waspada potensi bencana akibat hujan deras disertai angin kencang tersebut. Bencana yang ditimbulkan seperti banjir bandang dan tanah longsor," tegasnya.

(mud/mud)