Perajin Tahu Tempe Kembali Produksi, Paguyuban: Harga Akan Naik

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 13:53 WIB
Perajin Tahu Cibuntu, Kota Bandung, Jawa Barat masih produksi meskipun harga bahan baku kedelai naik di pasaran. Mereka terpaksa menikan harga.
Perajin tahu di Bandung (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Perajin tahu dan tempe di kawasan Cibuntu, Kota Bandung mulai kembali berproduksi pada Minggu (30/5/2021). Sebelumnya, sejumlah perajin tahu dan tempe melakukan mogok produksi sebagai imbas melambungnya harga kedelai.

Ketua Ketua Paguyuban Perajin Tahu dan Tempe Jawa Barat Muhammad Zamaludin mengatakan, harga kacang kedelai masih tinggi. Sehingga, ia memastikan harga tahu dan tempe yang dijual besok harganya akan naik dari biasanya.

Saat ini, harga kedelai per kilogramnya bisa mencapai Rp 10 ribu - Rp 11 ribu di pasaran. Kenaikan harga tersebut meroket dari harga awal Rp 8.000 per kilogramnya.

"Kita mulai produksi untuk dijual besok, tahu dan tempe (harganya) naik," ujar Zamaludin saat dihubungi wartawan.

Pihaknya menilai, aksi mogok selama tiga hari yang membuat tempe dan tahu langka di pasaran bisa menjadi sinyal bagi masyarakat tentang kenaikan harga. Sebelumnya, para perajin tahu dan tempe berupaya tak menaikkan harga meski harga kedelai terus melambung.

"Sebenarnya kita takut maju kena, mundur kena. Tapi kalau enggak produksi ini pelanggan bisa kabur ke tempat lain," katanya.

Zamaludin mengatakan, harga tahu cetak di Cibuntu yang biasanya dijual Rp 40 ribu, naik menjadi Rp 45 ribu. "Kalau untuk tahu yang bungkusan itu, mungkin naiknya Rp 500," ujarnya.

(yum/mud)