Jabar Sepekan: Geger Rumah Mewah Angker-Video Bugil Sejoli Anak di Tasik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 20:37 WIB
Rumah Mewah dan Mobil Terbengkalai di Bandung
Rumah mewah terbengkalai yang disebut angker/Foto: Whisnu Pradana
Bandung -

Satu buah rumah mewah dengan mobil Mercedes-Benz terbengkalai yang terkesan angker. Selain itu, geger sejoli di Tasikmalaya yang membuat video tawarkan jasa seks.

Selain dua kabar itu, ada juga kabar lainnya yang dirangkum dalam Jabar sepekan :

1. Viral Rumah Mewah Berisi Mercedes-Benz di Bandung Terbengkalai

Sebuah rumah mewah dengan mobil Mercedes-Benz terbengkalai viral di media sosial yang terkesan angker. Terungkap juga alasan mobil ditinggal dan siapa pemilik rumah tersebut.

Video rumah viral itu terungkap dari unggahan kreator 'Sang Penjelajah Amatir'. Dalam videonya itu, dia menyorot kondisi rumah terbengkalai yang disebut sudah ditinggal pemiliknya lebih dari 20 tahun.

Walau ditinggalkan, rupanya barang-barang yang berada di dalam rumah tersebut masih tersimpan rapi.

Salah satu yang mengejutkan, ialah mobil sedan Mercedes-Benz yang ditinggalkan begitu saja. Mobil tersebut tertutup debu, meski sebagian badannya ditutupi oleh kain terpal yang lusuh. Begitu juga dengan patung-patung dewa-dewi Cina berukuran mini yang berada di bagian luar rumah.

Di dalam judulnya, disebutkan bahwa rumah mewah bertingkat tersebut berada di Bandung, Jawa Barat. Meski demikian, sang kreator tak menyebutkan di mana lokasi pastinya.

Dari penelusuran detikcom, rupanya rumah tersebut berada di Jalan Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Detikcom lantas menelusuri keberadaan rumah itu. Dari penelusuran, terungkap beberapa fakta mengenai rumah tersebut.

Salah satunya wanita bernama Sumiyati (63) yang mengungkap beberapa fakta mengenai rumah itu. Ia merupakan keluarga penjaga dan pengurus rumah mewah kosong itu.

Dari penuturan Sumiyati, keluar satu nama yakni Heri yang merupakan pemilik rumah dan mobil terbengkalai tersebut. "Awalnya villa itu punya Pak Hendra. Dijual ke Pak Heri sebagai pemilik yang kedua. Pak Heri itu orang Banjaran, punya pabrik," kata Sumiyati kepada detikcom.

Sejak berganti kepemilikan pada Heri, suami Sumiyati yakni Dana (83) sudah ditunjuk sebagai penjaga bangunan itu. Alasannya, Dana merupakan warga setempat sehingga akan lebih mudah mengawasi dan menjaga rumah ini.

Selama menjaga rumah itu Sumiyati mengaku tak terlalu sering bertemu dengan sang pemilik. Terakhir, dia bertemu beberapa tahun lalu saat ada kejadian pembobolan rumah oleh sejumlah orang.

"Hanya beberapa kali saja ketemu. Ketemu juga lupa berapa tahun lalu, waktu laporan ada yang masuk dan ga tahu apa yang kehilangannya. Karena kan yang pegang kunci vilanya itu dia," kata Sumiyati.

Namun, sejak dua tahun terakhir, Heri tak bisa lagi dihubungi. Suami Sumiyati pernah dihubungi oleh Heri dengan mengatakan jika dirinya tak bisa memberikan gaji lagi.

"Dua tahun terakhir tidak bisa dikontak lagi, jadi terbengkalai karena enggak ada yang urus. Malah ke si bapak (suami) bilang 'Pak Dana, jangan marah ya kalau saya nggak ngegaji'. Ya suami saya bilang nggak apa-apa, gimana ingatnya bos saja (Heri). Sudah dihubungi berapa kali, tapi enggak nyambung," tutur Sumiyati.

Hingga kini, Heri tak bisa dihubungi. Sumiyati dan keluarganya yang menjaga bangunan ini akhirnya memutuskan menutup dan tak mengizinkan siapapun masuk ke area rumah mewah terbengkalai.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5