Lapak Pedagang Tahu Tempe di Pasar Cikurubuk Tasik Kosong, Pembeli Kelimpungan

Deden Rahadian - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 09:47 WIB
Tasikmalaya -

Imbas perajin tahu tempe mogok, ratusan pedagang di Pasar Induk Cikurubuk, Tasikmalaya, Jawa Barat berhenti jualan, Sabtu (29/05/21). Lapak lapak pedagang tahu tempe dibiarkan kosong. Beberapa lapak sengaja menempelkan surat pemberitahuan rencana kenaikan harga tahu lengkap dengan tarif baru.

Banyak konsumen terutama ibu rumah tangga yang kelimpungan. Salah satunya Atikah, yang tidak mengetahui aksi mogok jualan. Ia harus bolak balik ke pasar induk Cikurubuk sejak pukul 3.00 WIB demi mencari tahu.

"Gak ada tahu tempe saya datang dari jam tiga subuh. Gak ketemu udah keliling juga. Saya gak tau kalau pedagang mogok. Ini udah dua kali bolak balik ke sini gak nemu pedagang tahu tempe," kata Atikah.

Ia menyesalkan aksi mogok perajin dan pedagang tahu tempe ini. Menurutnya apabila bahan baku naik, tak masalah harganya naik. "Buat saya mah jangan mogok padahal, udah aja jualan naikin langsung harganya. Tetep dibeli koq asal ada barangnya."Tambah Atikah.

Puluhan pedagang sayur keliling juga terkena dampak mogok jualan pedagang tahu tempe ini. Mereka tidak bisa memenuhi pesanan konsumen langganan yang sudah menitipkan uang.

"Sampai nyari ke Pabrik gak ada tutup. Saya gak bisa menuhi pesanan langganan ini udah nitip uang lagi. Ah pusing pak," keluh Sansan, Pedagang sayur Keliling.

Pedagang sayur keliling harus kehilangan omzet 20 persen akibat ketiadaan tahu tempe. Padahal, mereka rata rata mampu menjual 500 hingga 800 butir tahu serta 50 sampai 100 potong tempe.

"Mogok jualan pedagangnya pak, padahal bisa jual 800 butir perhari. Kalau tempe minilam 50 potong"Ucap Yogi Pedagang sayur keliling lainya.

Aksi mogok pedagang menyusul mogok produksi ratusan produsen tahu tempe, sejak jumat. Mereka protes harga kedelai yang mahal. Produsen menuntut agar harga jual tahu tempe naik antara 500 rupiah hingga 1000 rupiah perbungkus.

(ern/ern)