Perajin Mogok! Tahu dan Tempe Hilang di Pasar Kosambi Bandung

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 12:11 WIB
Perajin mogok, tahu tempe hilang di Pasar Kosambi Bandung
Pedagang di pasar Kosambi (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Buntut dari mogok produksi para perajin, tahu dan tempe hilang di pasaran, salah satunya di sejumlah lapak pedagang di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pantauan detikcom, Jumat (28/5/2021) di Pasar Kosambi, tidak ada tahu dan tempe yang dijual di lapak milik pedagang.

Adapun lapak yang buka milik Cucu Sutisna, ia menjual oncom atau makanan hampir serupa dengan tempe namun berbahan baku dari kacang tanah.

"Enggak ada (tahu dan tempe), soalnya kedelai mahal jadi demo aja, sampai Hari Minggu, semua se Jawa Barat, baru hari ini aja enggak adanya," kata salah satu pedagang Cucu Sutisna.

Cucu menyebut, kalau pun ada harga tahu dan tempe naik dari harga normal.

"Naik, dari Rp 9 ribu jadi Rp 10 ribu tahu yang kecil, yang besar dari Rp 14 ribu jadi Rp 15 ribu," ujarnya.

"Tempe biasa, tapi dikurangi dikit, tempe kecil Rp 10 ribu, besar Rp 20 ribu," tambahnya.

Cucu mengeluhkan dengan kondisi tersebut, pasalnya ketika harga kedelai naik berdampak pada penjualannya.

"Mengeluh, soalnya kalau kedelai mahal (berdampak pada penjualan), mudah-mudahan turun harga kedelainya, jadi stabil lagi. Pemerintah mudah-mudahan bisa dikurangi harganya," tuturnya.

Pedagang lainnya Endang menyebut, mulai hari ini hingga dua hari ke depan tahu dan tempe tidak dijual di lapak miliknya.

"Harga kacang melambung terus, semua demo dulu untuk tiga hari, sekarang Hari Jumat, Sabtu dan Minggu, Hari Senin asa lagi," kata Endang.

Endang yang juga Pengrajin Tahu di Cibuntu berharap, agar harga kedelai bisa kembali normal.

"Pengrajin sama, harapan kepada pemerintah minta di tekan harga jangan sampai naik terus. Karena sekarang sudah mencapai perhitungannya Rp 12 ribu per kilogram," jelasnya.

Endang menuturkan, untuk menyesuaikan harga para pedagang dan perajin lakukan demo, sekaligus membahas harga penjualan tahu san tempe jika harga kedelai masih mahal.

"Demo dulu selama tiga hari, nanti hasilnya gimana, apakah harus tahunnya dikecilin atau harganya dinaikin, itu yang sedang diperhitungkan perajin semua," tuturnya.

Menurutnya, sejak pagi banyak pembeli yang datang, namun tidak ada tahu yang dijual kepada pembeli karena memang tidak ada tahunnya.

Swlain dikeluhkan oleh perajin dan pedagang, hal ini juga dikeluhkan oleh pembeli.

"Banyak, dari pagi juga, apalagi langganan, memang sudah dikasih tahu kemarin-kemarinya tahu tidak akan ada Hari Jumat dan ada lagi Hari Senin," pungkasnya.

(wip/mud)