Protes Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu-Tempe di Tasik Mogok Produksi

Deden Rahadian - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 09:07 WIB
Pengrajin tahu-tempe di Tasik mogok produksi
Foto: Pengrajin tahu-tempe di Tasik mogok produksi (Deden Rahadian/detikcom).
Tasikmalaya -

Para pengrajin tahu dan tempe di Tasikmalaya melakukan aksi mogok produksi. Aski itu dilakukan sebagai bentuk protes atas tingginya harga kedelai di pasaran.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh pengrajin tahu dan tempe di Karangpawitan, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Mereka berencana menggelar aksi mogok produksi selama 3 hari mulai Jumat (28/5) hingga Minggu (30/5).

"Mulai hari ini sampai Minggu kita mogok produksi pak. Ini protes kita karena harga kedelai naik terus sementara harga tahu tempe di pasaran enggak naik-naik," ucap Imin Muslimin, salah seorang pengrajin tahu saat ditemui di pabriknya, Jumat (28/05/21).

Pantauan detikcom, suasana pabrik tahu terlihat sepi, hanya menyisakan tumpukan alat produksi yang belum dibersihkan. Puluhan bungkus tahu sisa penjualan dibiarkan tidak dipasarkan lagi.

Selain itu, sebanyak 22 orang karyawan juga terpaksa dipulangkan. Mereka libur selama tiga hari tanpa mendapatkan penghasilan.

"Karyawan pada pulang ajah pak. Di sini juga gak ada aktivitas otomatis mereka enggak ada penghasilan. Enggak ada kerjaan," ucap Imin.

Mogok produksi dilakukan, pengrajin tahu tempe sebagai bentuk protes harga kedelai yang terus naik hingga mencapai Rp 11 ribu per kilogram. Kondisi itu membuat para pengrajin kebinungan untuk menyesuaikan harga jual tahu dan tempe yang dibuatnya.

Upaya menaikan harga sudah sempat dilakukan namun justru berujung kerugian lebih besar. Banyak konsumen yang mengurungkan niat membeli tahu tempe dengan harga baru. Akibatnya, omzet penjualan turun 50 persen dari biasanya 1.000 bungkus hanya 500 bungkus.

"Saat karyawan membawa 1.000 biji nyisa 500 biji, karena kan harga dari pabrik naik otomatis ke konsumen juga harus naik, tapi konsumen tidak mau membeli dengan harga yang naik, jadi nyisa barangnya. karyawan balik enggak ada penghasilan di sini juga," ucap Imin.

Produsen tahu tempe berharap, agar pemerintah bisa mengendalikan harga kedelai dengan melakukan operasi pasar.

Sementara itu, para pedagang tahu di Pasar Induk Cikurubuk Tasik masih berjualan. Mereka juga berencana akan mogok jualan pada Sabtu (29/5) hingga Minggu (30/5).

Pedagang mengaku menjual tahu hasil produksi, Kamis (27/50 kemarin. Harga jual tahu di pedagang masih antara Rp 2.000 sampai Rp 2.500 per bungkus. Meski murah, minat konsumen juga terus berkurang.

"Masih jualan hari ini mah. Tapi besok sampai Minggu enggak jualan. Malahan dalam surat edaran kalau ada yang nekat jualan bakal diperiksa diambil tahunya," ucap Ina, pedagang tahu di Pasar Cikurubuk.

Tonton video 'Hari Ini, Perajin Tahu-Tempe di Purwakarta Mogok Serentak!':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)